Breaking News:

Berita PPU Terkini

PPU Masuk 100 Kabupaten/Kota yang Jadi Agenda Prioritas Pembangunan Nasional, AGM Ingatkan Stunting

Kabupaten Penajam Paser Utara menjadi salah satu daerah yang diprioritaskan menjadi agenda pembangunan nasional dari 100 kabupaten/kota di Indonesia.

HO/HUMAS PEMKAB PPU
Situasi Rembuk Stunting yang dihadiri Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Abdul Gafur Masud (AGM), Kamis (10/6/2021). 

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM- Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menjadi salah satu daerah yang diprioritaskan menjadi agenda pembangunan nasional dari 100 kabupaten/kota di Indonesia.

Pada Kamis (10/6/2021), Bupati PPU Abdul Gafur Masud (AGM) secara resmi membuka rembuk stunting (Aksi 3) yang dilaksanakan oleh Bapelitbang Kabupaten PPU di Aula Lantai I Kantor Bupati PPU.

Pada kesempatan itu, AGM menjelaskan bahwa sesuai dengan strategi nasional dalam penanggulangan stunting, telah ditetapkan lima pilar pencegahan stunting, di antaranya Komitmen dan Visi Kepemimpinan, Kampanye Nasional dan Komunikasi Perubahan Perilaku, Konvergensi Koordinasi dan Konsolidasi Program antara Pusat, Daerah dan Desa, Ketahanan pangan dan yang terakhir adalah Pemantauan dan Evaluasi.

Dia menambahkan, tingkat prevalensi stunting yang masih tinggi serta perlu segera diatasi bersama, baik pemerintah kabupaten maupun pemerintah kelurahan/desa, individu, komunitas, CSR maupun lembaga swasta harus bersinergi dan bersatu dalam upaya penanggulangan stunting.

"Stunting tidak hanya mengenai pertumbuhan anak yang terlambat, namun juga berkaitan dengan perkembangan otak yang kurang maksimal. Hal ini menyebabkan kemampuan mental dan belajar yang di bawah rata-rata dan bisa berakibat pada prestasi sekolah yang buruk," ujar AGM.

Baca juga: Wakil Ketua I DPRD PPU Akan Pertanyakan Kejelasan Status IKN di Provinsi dan Pusat

"Oleh karenanya dalam rangka pelaksanaan strategi tersebut, maka pada hari ini kita mengadakan rembuk stunting yang ketiga, yang mana setelah pelaksanaan kegiatan ini saya harapkan dapat meningkatkan komitmen bersama dalam penurunan dan pencegahan stunting di Kabupaten PPU," ujarnya.

AGM mengatakan, kunci pencegahan dan penanganan kasus stunting adalah di 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), sehingga perhatian kepada ibu hamil dan balita di bawah dua tahun, baik melalui intervensi gizi spesifik, maupun intervensi sensitif perlu terus diupayakan.

Terkait hal ini, AGM minta agar intervensi ini tidak hanya dilakukan oleh sektor kesehatan saja, tapi juga harus dilaksanakan oleh sektor yang lain.

Karena tingkat keberhasilan program tersebut sangat dipengaruhi sektor non kesehatan dengan proporsi dukungan mencapai 70 persen.

Halaman
12
Penulis: Dian Mulia Sari
Editor: Rahmad Taufiq
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved