Breaking News:

Berita Samarinda Terkini

Air Bangai Sungai Mahakam Sebabkan Produksi IPA Perumdam Tirta Kencana Samarinda tak Bisa Maksimal

Fenomena musiman air bangai kembali terjadi pada air Sungai Mahakam dalam kurun waktu sepekan terakhir di Samarinda.

Penulis: Hanifan Ma'ruf | Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO, HANIVAN MARUF
Air Sungai Mahakam mengalami fenomena air bangai yang menyebabkan kapasitas produksi air bersih Perumdam Tirta Kencana Samarinda saat ini tak dapat maksimal. TRIBUNKALTIM.CO, HANIVAN MARUF 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Fenomena musiman air bangai kembali terjadi pada air Sungai Mahakam dalam kurun waktu sepekan terakhir di Samarinda.

Fenomena yang diketahui biasa melanda air sungai yang sekaligus berhubungan dengan air danau atau air di dataran rendah ini sempat menyebabkan kehebohan bagi warga kota Samarinda.

Karena muncul ikan-ikan yang mabuk di tepi Sungai Mahakam akibat air bangai atau keruh.

Tak heran jika beberapa hari yang lalu media sosial diramaikan dengan aksi beberapa masyarakat kota tepian turun untuk menangkap ikan-ikan dan udang yang muncul di tepi sungai yang membelah kota Samarinda tersebut.

Baca juga: Kondisi Air Bangai Sungai Mahakam, Produksi 12 IPA Milik Perumdam Tirta Kencana Tak Maksimal

Selain kehebohan yang terjadi, fenomena air bangai meninggalkan dampak negatif bagi persediaan dan distribusi air bersih di kota Samarinda.

Air Sungai Mahakam yang menjadi sumber air baku bagi Instalasi Pengolahan Air (IPA) Perumdam Tirta Kencana Samarinda tampak keruh dan kecoklatan.

Karena fenomena air bangai, menyebabkan air yang didistribusikan ke rumah-rumah warga melalui IPA tersebut menjadi keruh dan berwarna coklat.

Direktur Perumdam Tirta Kencana, Nor Wahid Hasyim menyampaikan bahwa fenomena air bangai ini menjadi dilema tersendiri bagi Perusahaan air milik Pemkot Samarinda tersebut.

Sebab menurutnya, selama air bangai sungai Mahakam masih berlangsung, apabila kapasitas produksi air dipertahankan seperti biasanya, maka kualitas air yang terdistribusi kepada masyarakat akan cenderung keruh dan berwarna coklat.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved