Breaking News:

Berita Nasional Terkini

AAKPT Pertanyakan Kebijakan Iklan Rokok dan Bangun Kesadaran Publik tentang Bahaya Merokok

Terkait dengan tantangan dalam isu pengendalian tembakau di Indonesia, sejumlah akademisi berhimpun melalui webinar media youtube streaming dalam Alia

Penulis: Nevrianto | Editor: Rahmad Taufiq
HO/AAKPT
Aliansi Akademisi Komunikasi untuk Pegendalian Tembakau (AAKPT) membahas kebijakan penanganan tembakau secara ilmiah terkait dengan tantangan dalam isu pengendalian tembakau di Indonesia, secara webinar. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA- Terkait dengan tantangan dalam isu pengendalian tembakau di Indonesia, sejumlah akademisi berhimpun melalui webinar media youtube streaming dalam Aliansi Akademisi Komunikasi untuk Pengendalian Tembakau (AAKPT).

AAKPT berdiri tanggal 31 Mei 2021, bertepatan dengan Hari Tanpa Tembakau Sedunia (World No Tobacco Day) beranggotakan para akademisi Komunikasi dari berbagai Perguruan Tinggi di Indonesia yang peduli pada isu pengendalian tembakau. 

Kegiatan ini sekaligus merupakan salah satu wujud Tri Dharma Perguruan Tinggi terkait dengan pengabdian kepada masyarakat.

AAKPT mengawali kerjanya dengan menggelar webinar bertajuk "Kebijakan Iklan, Promosi, Sponsor Rokok, dan Kontribusi Akademisi Komunikasi" pada Sabtu (12/6/2021)) dengan menggunakan zoom meeting. 

Ketua AAKPT, Dr. Eni Maryani yang juga dosen Universitas Padjadjaran, mengungkapkan bahwa AAKPT melihat bahwa saat ini perlu ada kerjasama dari berbagai pihak untuk melakukan advokasi kebijakan terkait pengendalian tembakau.

Baca juga: Dukung Rencana Walikota Bontang Revisi Aturan Iklan Rokok, Bapenda Sebut Berpotensi Tambah PAD

 "Selain kerja sama dari berbagai pihak untuk advokasi terkait pengendalian tembakau juga dibutuhkan upaya mengedukasi masyarakat terkait dengan kesadaran mereka dalam hal bahaya rokok terutama di kalangan remaja maupun para orang tua.

Hal ini perlu menjadi perhatian penting karena fakta tembakau menyebutkan bahwa Indonesia merupakan pasar rokok tertinggi ketiga di dunia setelah China dan India.

Selain itu berdasarkan laporan WHO, tercatat bahwa Indonesia adalah satu-satunya negara di Asia Tenggara yang tidak memiliki kebijakan pelarangan iklan rokok di berbagai media (WHO, 2013).

Ketua Panitia Kiki Soewarso, akademisi dari di IKB-LSPR, menyampaikan bahwa Webinar ini bertujuan membangun sudut pandang komunikasi mengenai isu kebijakan terkait pengendalian tembakau dalam rangka melindungi anak dan remaja dari terpaan iklan, promosi atau sponsor rokok.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved