Minggu, 26 April 2026

Liga Italia

AC Milan dan Inter Milan Pilih Jalan Berbeda untuk Sukses, Cara Siapa yang Lebih Manjur?

Kini baik AC Milan dan Inter Milan tengah menjadi sorotan karena performanya yang gemilang

Penulis: Januar Alamijaya | Editor: Heriani AM
(Marco BERTORELLO / AFP)
Rivalitas AC Milan dan Inter Milan di Liga Italia, namun keduanya punya racikan berbeda saat menggapai sukses 

TRIBUNKALTIM.CO - Dua klub asal kota Milan ki bisa dibilang sebagai penguasa Liga Italia.

Di musim 2020/2021, Inter Milan dan AC Milan bergantian menguasai pnucak klasemen.

Saat akhir  kompetisi, Inter Milan ternyata lebih unggul dari rival sekotanya. 

Kini baik AC Milan dan Inter Milan tengah menjadi sorotan karena performanya yang gemilang

Namun ternyata ada perbedaan signifikan dari keduanya dalam menuju puncak kesuksesan.  

AC Milan mendapatkan perhatian atas keberhasilan mereka kembali mentas ke Liga Champions musim depan.

Adapun Inter Milan menjadi topik perbincangan hangat karena melakukan langkah 'radikal' dengan memecat Antonio Conte.

Baca juga: Kondisi Terbaru Christian Eriksen Usai Kolaps, Pemain AC Milan Layak Disebut Pahlawan Euro 2020

Inter Milan dan AC Milan bisa dikatakan merengkuh sukses dalam kompetisi musim 2020/2021.

Nerazzurri berhasil mengamankan gelar Scudetto Liga Italia ke-19 mereka di bawah kendali Antonio Conte.

Apesnya, krisis finansial yang menghampiri La Beneamata membuat sejumlah kebijakan kontroversi harus dilakukan.

Termasuk memutus masa kerja Antonio Conte yang masih tersisa satu musim di publik Giuseppe Meazza.

AC Milan juga tak bisa dikatakan gagal total musim ini.

Rossoneri sejak awal dibentuk memang tak bersaing dalam perebutan gelar Liga Italia.

Target realistis diberikan oleh manajemen kepada Stefano Pioli untuk membawa Zlatan Ibrahimovic cs dapat manggung di kompetisi elite benua biru musim depan.

Meski harus berjuang hingga tarikan napas terakhir, nyatanya Rossoneri mampu mengamankan satu slot tiket Liga Champions.

Armada tempur Stefano Pioli ini sukses menutup Liga Italia 2020/2021 sebagai runner-up.

Namun hal yang perlu digarisbawahi, sejak awal cara yang ditempuh AC Milan dan Inter Milan demi jalur kesuksesan mereka sangatlah berbanding kontras.

Inter Milan di bawah kepemilikan Steven Zhang memilih cara instan dengan memberikan gelontoran dana fantastis.

Selain menggunakan jasa Antonio Conte, Nerazzurri diberikan dana melimpah untuk memboyong deretan striker kelas wahid.

Sebut saja Romelu Lukaku, Christian Eriksen, Ashley Young, Nicolo Barella, hingga Stefano Sensi jadi bukti gerbong pemain mewah yang merapat ke Inter Milan.

Meskipun di musim perdananya Inter Milan bersama Conte gagal mengakhiri dominasi Juventus.

Setidaknya progress yang dilakukan terbilang nyata, yakni mengakhiri musim 2019/2020 dengan finis di tangga kedua.

Baru di musim ini, Inter Milan mampu tampil meyakinkan dengan skuat mewahnya menghentikan hegemoni Juventus yang mengakar kuat selama sembilan musim terakhir.

Baca juga: Maldini Kehabisan Akal, AC Milan Butuh Dana Segar untuk Datangkan Pilar Baru, 6 Pemain Siap Dijual

Lain Inter Milan lain halnya dengan AC Milan.

Elliot Management selaku pemilik AC Milan mencoba membangun dinasti kekuasaan klub dengan proses.

Pemilihan Stefano Pioli menjadi keputusan yang tepat karena struktur kepelatihannya yang jelas.

Mantan juru taktik Fiorentina ini lebih mengedepankan pemain muda yang dikombinasikan dengan yang berpengalaman.

Pemain muda seperti Rafael Leao, Brahim Diaz, Franck Kessie dan Ismael Bennacer jadi pilihan utama sang Allenatore.

Deretan pemain muda pilihan Pioli dikombinasikan dengan pemain berpengalaman seperti Zlatan Ibrahimovic dan Simon Kjaer.

Hasilnya terbukti manjur.

Perlahan namun pasti AC Milan kembali menemukan identitasnya sebagai klub yang disegani oleh Italia, Eropa dan dunia.

Kedua kondisi ini yang membuat AC Milan dan Inter Milan sejak awal dapat dikatakan sudah menempuh jalan berbeda demi kesuksesannya.

Bisa dikatakan, badai yang menghampiri Inter Milan membuat cara instan untuk meraih kejayaan di Serie A berakibat hancur berantakan.

Sedangkan AC Milan yang memadukan skuat muda dengan pemain berpengalaman lebih percaya proses demi meraih kejayaan.

Keputusan Pioli di AC Milan Bakal Bikin Iri Juventus dan Inter Milan Musim Depan

Musim 2020/2021 menjadi musm terbaik bagi AC Milan dalam 5 tahun terakhir.

Di akhir kompetisi AC Milan menduduki posisi runner-up.

Bahkan hingga libur musim dingin AC Milan terus menduduki puncak klasemen Serie A.

Walupun memasuki paruh kedua kompetisi langkahnya terseok-seok dan dikudeta oleh rival sekota, Inter Milan.

Karena itu musim 2020/2021 tak bisa dibilang menjadi musim yang gagal total bagi klub Liga Italia, AC Milan.

Proyek jangka panjang yang tengah dibangun oleh Rossoneri memang menargetkan setapak demi setapak untuk meraih hasil yang manis.

Musim 2020/2021, Rossoneri dibentuk memang bukan untuk bersaing dalam perebutan Scudetto Serie A.

Melainkan AC Milan diberikan tugas untuk kembali mentas di Liga Champions musim depan.

Hasilnya terbukti manjur, Il Diavolo Rosso sukses menutup musim dengan finish di tangga kedua klasemen Liga Italia.

Ada sejumlah hikmah yang diambil dari AC Milan yang memiliki jalan proses ketimbang instan untuk mencapai suatu keberhasilan.

Stefano Pioli banyak memberikan menit bermain kepada pemain muda. Di sisi lain, pelatih AC Milan tersebut memadukan skuat mudanya dengan pemain berpengalaman.

Jika dibandingkan dengan skuat Inter Milan maupun Juventus, kedalaman materi pemain Rossoneri masih kalah jauh

Berikut pelajaran yang dapat diambil dari proses AC Milan sepanjang musim 2020/2021

1. Jauh dari Kesabaran

Manajemen AC Milan memilih untuk memberikan skuat muda kepada Stefano Pioli.

Klub tak terlalu terburu-buru untuk memberikan tugas yang berat kepada tim sesuai dengan komposisi skuatnya.

AC Milan memilih untuk percaya kepada proses ketimbang menggunakan jalur instan dengan menggelontorkan dana fantastis.

Hasilnya terbukti manjur, perlahan AC Milan mulai kembali menemukan indentitasnya.

2. Anti Demam Ganti Pelatih

Stefano Pioli memiliki musim yang kurang bagus di awal kedatangannya sebagai pelatih.

Ia hanya mampu membawa Rossoneri finis di posisi enam klasemen Liga Italia 2019/2020.

Wajar jika pencapaian tersebut mentok bagi AC Milan, mengingat Pioli datang sebagai pelatih pengganti ketika musim kompetisi telah bergulir.

Manajemen memilih untuk tak melakukan pergantian ketika klub-klub seperti Juventus dan Inter Milan mendatangkan Allenatore baru.

Dampak positif dari bertahannya Pioli di AC Milan ialah pakem permainan dan kesatuan tim semakin bagus.

Baca juga: Jadwal Euro 2020 Hari Ini, Duel Sengit Wales vs Swiss, Berlanjut Laga Panas Belgia vs Rusia

3. Tak Sedang dalam Masalah Besar

Jika dibandingkan dengan Juventus dan Inter Milan, AC Milan tidak dalam kondisi menghadapi masalah besar.

Juventus memiliki masalah pelik dengan penurunan performa yang terus-menerus terjadi.

Pergantian pelatih untuk musim depan menjadi langkah yang diambil oleh Andrea Agnelli selaku pemilik klub.

Kondisi runyam dimiliki Inter Milan yang baru saja merasakan manisnya gelar juara Seri A.

Nerazzurri dihadapkan krisis keuangan yang mengharuskan mereka membuat perombakan besar-besaran.

Pemecatan Antonio Conte menjadi titik awal dari masalah yang mendera La Beneamata.

Imbasnya, eksodus pemain bintang tengah mengancam klub yang kini dilatih oleh Simone Inzaghi tersebut.

Baca juga: Update Liga Italia, Daftar Striker Buruan Maldini untuk AC Milan, Cedera Ibrahimovic Kian Memburuk?

Diprediksi, step by step yang dilakukan AC Milan untuk menjalankan proyeknya bisa berbuah manis di musim depan.

Mempertahankan skuat inti plus adanya Stefano Pioli membuat Rossoneri berada satu langkah di depan Juventus dan Inter untuk persiapan musim depan.

Jika AC Milan hanya membutuhkan pengganti Donnarumma dan kemungkinan Hakan Calhanoglu.

Namun tidak dengan Inter Milan dan Juventus. Keduanya diprediksi masih harus menyamakan irama permainan dengan masing-masing pelatih baru mereka.

(*)

Berita tentang Liga Italia

Berita ini telah tayang di Tribunnews dengan judul Sejak Awal AC Milan dan Inter Milan Berbeda Jalan demi Jalur Kesuksesan, Rossoneri Percaya Proses

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved