Minggu, 3 Mei 2026

Berita Tarakan Terkini

Momen Hari Donor Darah Sedunia, PMI Tarakan Beri Penghargaan ke Pendonor Aktif

Markas Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Tarakan, ikut merayakan hari bersejarah bagi organisasi berlambang bulan sabit merah ini.

Tayang:
Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/ANDI PAUSIAH
Momen penyerahan penghargaan secara simbolis dari Ketua PMI Tarakan kepada salah seorang pendonor aktif di Markas PMI Kota Tarakan di momen Hari Donor Darah Sedunia.TRIBUNKALTIM.CO/ANDI PAUSIAH 

TRIBUNKALTIM.CO,TARAKAN -14 Juni 2021 hari ini bertepatan Hari Donor Darah Sedunia.

Markas Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Tarakan, ikut merayakan hari bersejarah bagi organisasi berlambang bulan sabit merah ini.

Perayaan Hari Donor Darah di Markas PMI Tarakan digelar sederhana namun cukup banyak pendonor yang datang mendonorkan darahnya.

Terhitung lebih dari 70 pendonor yang datang ke markas PMI yang berlokasi di Kelurahan Kampung 1 Skip.

Baca Juga: Hari Donor Darah Sedunia, PMI Balikpapan Jaring Pendonor Pemula

Baca Juga: Peringati Hari Donor Darah Sedunia, Markas Denpom VI/1 Samarinda Diserbu Pendonor Darah

Dibeberkan Hamid Amreen, Ketua PMI Kota Tarakan, pada Senin (14/6/2021) hari ini, rangkaian memperingati Hari Donor Darah Sedunia, selain kegiatan donor darah dari masyarakat juga ada penyerahan penghargaan secara simbolis bagi tiga pendonor yang sudah sampai mendonorkan darahnya hingga ke-25 kali dan ke-45 kali.

Dikatakan Hamid Amreen, kebutuhan darah di Tarakan selalu terpenuhi. Atas kesadaran relawan dan masyarakat.

Dalam dua bulan terakhir rata-rata disebutkan Hamid Amreen, permintaan darah dari rumah sakit sekitar 1.200 kantong per bulan dengan kategori berbagai macam golongan darah.

Biasanya kantong darah disalurkan ke lima rumah sakit di Kota Tarakan di antaranya RSUD Tarakan, RSUKT, Rumah Sakit Bhayangkara, RSAL Ilyas, dan Rumah Sakit Pertamina.

Stok darah dari pendonor sukarela diakuinya cukup tinggi. Ada pula istilah donor pengganti.

Baca Juga: Sambut Hari Donor Darah Sedunia, BDDS dan City Centrum Samarinda Gelar Donor Darah

Baca Juga: Peringati Hari Donor Darah Sedunia, PMI Kutim Buka Kesempatan Bagi Pendonor Darah

"Ada orang bawa keluarga ke RS. Ketika diperiksa dokter, hemoglobin (HB) turun harus transfusi darah. Begitu pesan ke PMI, tok darah misalnya AB sedang kosong. Maka keluarga pasien mencari rekannya keluarganya untuk mendonorkan darahnya," ungkap Hamid Amreen.

Dari pihaknya juga tetap menghubungi pendonor yang sudah waktunya mendonor baik dari perkantoran, Brimob dan 613 Raja Alam.

Lebih jauh ia menjelaskan, darah memiliki fungsi seperti obat. Obat masih bisa dibeli di apotik dengan harga berapapun.

Namun darah, tak bisa dibeli perlakuannya seperti obat. Ketika HB pasien turun, maka cara mengembalikan kondisi normal hanya dengan transfusi darah.

"Walaupun ajal di tangan Tuhan. Makanya ini darah tidak bisa diproduksi. Belum ada ilmu kedokteran yang bisa memproduksi darah dan dibebasjualkan di apotik," beber pria yang saat ini juga menjabat sebagai Sekkot Tarakan.

Lebih jauh disampaikannya lagi, 14 Juni 2021 hari ini, di seluruh dunia sedang memperingati Hari Donor Darah Sedunia.

Hari ini momen kilas balik pentingnya memberikan kesadaran kepada manusia untuk melakukan donor darah yang merupakan aksi kemanusiaan.

"Maka diambillah tema, Give Blood and Keep The World Beating, artinya berikan darah dan jaga dunia agar tetap berdetak. Tidak ada pilihan ketika dokter katakan harus transfusi darah maka harus transfusi darah," bebernya.

Baca Juga: Update Stok Darah di Unit Donor Darah PMI Kota Samarinda, Pendonor Sepi

Baca Juga: PMI Paser Gencar Lakukan Sosialisasi Donor Darah ke Masyarakat Saat Bulan Ramadhan

Di momen hari ini lanjutnya ia juga berterima kasih kepada warga yang sudah datang meskipun hanya disampaikan imbauan lewat media sosial.

"Hari ini yang sukarela datang menyumbang darah lebih 70 orang. Itu kesadaran masyarakat yang luar biasa menurut kami," ungkapnya.

Disamping tetap melakukan upaya jemput bola. Semua organisasi boleh dari manapun bisa menyumbangkan darahnya.

Mungkin ada segelintir pertanyaan dari masyarakat awam, mengapa harus membayar ketika meminta darah ke PMI? Hamid Amreen menjelaskan, yang dibayar bukanlah darah melainkan Biaya Penggantian Proses Darah (BPPD).

Ketika darah diambil dari pendonor, tidak bisa langsung didonorkan ke penerima atau pasien. Haruslah melalui uji laboratorium terlebih dahulu.

Jika pendonor misalnya memiliki Hepatitis A, ketika diberikan langsung ke pasien, maka akan memindahkan penyakit Hepatitis A ke pasien

"Makanya harus uji laboratorium. Bagaimana dengan yang HIV, pasti bisa mematikan orang lain. Makanya proses uji laboratorium, harga kantong dan lainnya itu yang digunakan sebagai biaya pengganti yang harus dibayarkan," ungkapnya.

Ia mencontohkan, untuk harga satu kantong saja Rp 360 ribu seluruh Indonesia sesuai Permenkes. Itu baru kantong darah kata Hamid. Belum lagi proses lainnya.

"Itulah kenapa harus ada biaya pengganti itu yang dibayarkan pasien. Jadi tidak asal langsung menerima," pungkasnya.

Sementara itu, Saifullah, salah seorang pendonor darah yang hingga Juni 2021 ini sudah terhitung hingga 25 kali mendonorkan darahnya di Markas PMI Kota Tarakan.

"Sebenarnya banyak juga yang sudah lebih di atas saya mendonorkan darahnya. Saya hanya perwakilan. Tapi senang juga alhamdulillah bisa bermanfaat bagi orang banyak," pungkasnya. (*)

Berita tentang Tarakan

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved