Breaking News:

Berita Nasional Terkini

King/Queen Maker di 2024 Versi Survei LSI Denny JA ada Megawati, Prabowo dan Airlangga

Pada Pilpres 2024 mendatang lembaga survei LSI Denny JA mengatakan akan ada tiga king/queen maker.

Editor: Ikbal Nurkarim
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputribersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto memberikan keterangan kepada wartawan usai mengadakan pertemuan tertutup di kediaman Megawati Soekarnoputri, Jalan Teuku Umar, Jakarta, Rabu (24/7/2019). 

TRIBUNKALTIM.CO - Lembaga survei Lingkaran Survei Indonesia atau LSI Denny JA merilis hasil survei terkait Pilpres 2024.

Pada Pilpres 2024 mendatang lembaga survei LSI Denny JA mengatakan akan ada tiga king/queen maker.

Ketiganya dianggap bisa menjadi king/queen maker karena partainya sudah mengantongi minimal 3/4 tiket guna mengusung cawapres dan capres.

"Ada tiga king atau queen maker dalam Pilpres 2024. Mengapa ada tiga tokoh ini kita sebut king atau queen 2024? Karena mereka sudah mengantongi minimal 3/4 tiket atau tiket penuh," ujar peneliti senior LSI Denny JA, Adjie Alfaraby, dalam rilis secara virtual, Kamis (17/6/2021).

Adapun ketiga tokoh yang dimaksud Adjie adalah Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, dan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto.

Baca juga: NEWS VIDEO Survei Terbaru Pilpres 2024, Ganjar Pranowo Unggul Disusul Prabowo dan Anies Baswedan

"Tokoh-tokoh itu adalah Megawati Soekarnoputri, kemudian Prabowo Subianto, dan Airlangga Hartarto," jelas Adjie.

Adjie lantas menjelaskan Megawati mampu menjadi queen maker lantaran berdasarkan kursi di DPR, PDIP menguasai 128 kursi atau 19,33%. Sehingga PDIP memenuhi syarat dan berhak mengusung capres dan cawapres sendiri di Pilpres 2024.

Sementara Golkar hanya memiliki 85 kursi di DPR atau 12,31%, dan Gerindra 78 kursi di DPR atau 12,57%.

Menurut Adjie, baik Golkar dan Gerindra berarti hanya memiliki 3/4 tiket, dan membutuhkan 1/4 tiket lainnya untuk mengusung capres atau cawapres.

"Jika Golkar dan Gerindra akhirnya berkoalisi dengan salah satu partai yang saat ini punya kursi DPR maka sudah cukup memenuhi syarat pencalonan.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved