Berita Berau Terkini

Orangutan Bernama Gisel Usai Direhabilitasi, Hutan Lindung Sungai Lesan Berau Jadi Rumah Barunya

Seekor orangutan betina bernama Gisel, berhasil dilepasliarkan di hutan lindung Sungai Lesan Berau.

TRIBUNKALTIM.CO/RENATA ANDINI
Pelepasliaran Orangutan Gisel setelah melakukan rehabilitasi di COP BORA di Hutan Lindung Sungai Lesan (HLSL). Minggu (20/6/2021).Orangutan Bernama Gisel Berhasil Melewati Masa Rehabilitasi, Hutan Lindung Sungai Lesan Menjadi Rumah Barunya.TRIBUNKALTIM.CO/RENATA ANDINI 

TRIBUNKALTIM.CO,TANJUNG REDEB- Seekor orangutan betina bernama Gisel, berhasil dilepasliarkan di hutan lindung Sungai Lesan Berau.

Selain bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kaltim Seksi Konservasi Wilayah I Berau, juga diikuti bersama Centre for Orangutan Protection-Borneo Orangutan Rescue Alliance (COP-BORA), serta Kesatuan Pemangkuan Hutan Produksi (KPHP) Berau Barat, Dinas Kehutanan Provinsi Kaltim.

Kepala BKSDA SKW I Berau, Dheny Mardiono, Dheny Mardiono menjelaskan pelepasan orangutan tersebut yakni lantaran telah dianggap pantas setelah adanya proses rehabilitasi.

Baca juga: Lembaga Konservasi Orangutan Peduli Penanganan Pandemi Covid-19, Puskesmas di Muara Wahau Dibantu

Sebelumnya, Gisel berada di pusat rehabilitasi Orangutan (Pro)- Labanan yang mereka kelola bersama dengan COP BORA.

“Gisel (Orangutan) itu itu dilepasliarkan di Hutan Lindung Sungai Lesan (HLSL) yang memiliki luasan 11.238 hektar. Kawasan tersebut juga sudah menjadi lokasi pilihan pelepasliaran orangutan sejak 2017 lalu,” jelasnya kepada awak media, Minggu (20/6/2021).

Usaha pelepasliaran orangutan tersebut juga memberikan kesempatan kedua setelah adanya rehabilitasi, untuk kehidupan bebas di habitat alaminya.

Hingga saat ini, telah terdapat 7 individu orangutan yang telah bertengger di alam bebas pada HLSL.

Baca juga: Kali Pertama Muncul di Permukiman Warga Paser Kalimantan Timur, Habitat Orangutan Mulai Terganggu

Kendati tetap dilaksanakan monitoring dan evaluasi terhadap populasi orangutan yang berada di kawasan tersebut.

Dheny menjelaskan, sebelumnya Gisel yang berumur sekiranya 4-5 tahun tersebut dilaporkan berkeliaran di wilayah pemukiman warga di daerah Sangatta Selatan kutai Timur.

“Awalnya, Gisel diselamatkan dan ditranlokasi ke kawasan Taman Nasional Kurai (TNK) Resort Sangkima sekitar bulan Januari 2021,” bebernya.

Kendati begitu, tidak berselang lama, orangutan tersebut dilaporkan kembali mendatangi petugas TNK di Resort Sangkima.

Tim WRU BKSDA Kaltim bersama Balai TNK kembali melangsungkan upaya penyelamatan pada Februari 2021.

Kemudian mengirimkan ke pusat rehab pada PRO - Labanan.

“Jadi memang ada tahapan rehab, dengan besar harapan kami bahwa orangutan Gisel ini dapat kembali menjadi liar dan hidup bebas tanpa tergantung pada manusia,” tegasnya.

Baca juga: Sejumlah Hewan Termasuk Orangutan Perlu juga Ditest Covid-19, Seperti Primata yang Satu Ini

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved