Breaking News:

Tolak Sistem Zonasi PPDB

Akui Jumlah Sekolah di Balikpapan Tengah Minim, Disdik Bersurat ke Walikota Rahmad Masud

Keluhan sebagian orangtua atas kebijakan zonasi merupakan imbas dari minimnya sekolah yang berada di Balikpapan Tengah.

TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO
Sejumlah orangtua peserta didik di Balikpapan melayangkan protes di halaman kantor Dinas Pendidikan Kota Balikpapan, Senin (21/6/2021) sekira pukul 09.00 WITA. Selain menolak sistem zonasi, mereka juga minta jalur prestasi dibuka kembali. TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Keluhan sebagian orangtua atas kebijakan zonasi merupakan imbas dari minimnya sekolah yang berada di Balikpapan Tengah.

Pasalnya dengan adanya zonasi, membuat calon peserta didik tak bisa mendaftar diluar radius yang sudah ditentukan.

Alhasil, orangtua calon peserta didik menuntut agar bekas wilayah Puskib didirikan sekolah, khususnya SMP.

Menyikapi itu, Kadisdik Kota Balikpapan, Muhaimin sendiri mengakui soal kekurangan sekolah tersebut.

"Kita wilayah tengah memang kurang, kami sudah bersurat ke Pak Walikota tembusan di DPRD mengusulkan dua lokasi sekolah untuk SMP di eks Puskib," ujarnya.

Baca juga: Kepala Sekolah Hingga Guru Positif Covid-19, PPDB SDN 006 Balikpapan Selatan Ditangani Disdik

Ia pun membeberkan bahwa lokasi disana diketahui terdapat Lapangan Tenis Manuntung yang terbagi menjadi 2, dalam dan luar ruangan.

Ia sendiri berharap agar wilayah salah satunya dialihfungsikan menjadi sekolah.

"Kita mengusulkan agar salah satu di alihfungsikan dari kawasan olahraga menjadi kawasan pendidikan," kata Muhaimin.

Meski demikian, ia mengatakan bahwa luar ruangan yang kemudian bisa dipilih sebagai lokasi pendirian sekolah.

"Khusus yang outdoor. Itu sudah kita sampaikan ke Pak Walikota," tuturnya.

Berita tentang Balikpapan

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved