Berita Balikpapan Terkini
PTM Diputuskan H-3, Dinkes Balikpapan Bentuk Tim Analisa Perkembangan Kasus
Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Andi Sri Juliarty mengatakan keputusan PTM ada di tangan Walikota Balikpapan.
Penulis: Miftah Aulia Anggraini | Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Dinas Kesehatan Kota Balikpapan membentuk tim analisa kasus perkembangan Covid-19 di kota minyak.
Hal tersebut dilakukan sebagai salah satu langkah guna mengambil kebijakan terkait putusan pembelajaran tatap muka (PTM).
Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Andi Sri Juliarty mengatakan keputusan PTM ada di tangan Walikota Balikpapan.
Rencananya, keputusan mengenai ketentuan PTM akan dikeluarkan pada H-3 menjelang jadwal pelaksanaan tahun ajaran baru.
"Ada tim persiapan untuk PTM, kita punya grup yang terus melakukan analisa kasus. Tentu keputusan PTM akan melihat tren Covid-19," ujarnya, Kamis (24/6/2021).
Baca juga: Kasus Covid-19 Melonjak di Balikpapan, Walikota Rahmad Masud Sebut PTM Terancam Mundur
Wanita yang kerap disapa Dio itu mengatakan, pemerintah kota Balikpapan masih akan melihat perkembangan kasus.
Namun, Dinas Kesehatan masih terus mendukung upaya persiapan mengenai pembelajaran tatap muka (PTM).
Diantaranya, vaksinasi guru yang rampung 100 persen, persiapan kebersihan lingkungan sekolah, dan infrastruktur guna memenuhi prokes serta enam daftar periksa.
"Secara fisik berkaitan dengan SDM, kita terus melakukan persiapan dan tidak berhenti," katanya.
Sebagai informasi, perkembangan kasus Covid-19 semakin mengkhawatirkan di sejumlah daerah.
Baca juga: SMPK Harapan Bangsa Balikpapan Siap Jalani PTMT Tahun Ajaran Baru 2021/2022
Bahkan, Kota Balikpapan mencatat adanya peningkatan pasien terkonfirmasi positif dalam beberapa waktu terakhir.
Hal ini membuat Mendikbud-Ristek, Nadiem Makarim menunda kegiatan pembelajaran tatap muka di sejumlah daerah.
Merespon hal tersebut, pemerintah kota Balikpapan hingha kini masih terus melakukan pembahasan terkait PTM.
Yang menjadi atensi ialah, adanya klaster keluarga yang menular kepada sebagian anak di bawah umur atau pelajar.
"Memang pasca Lebaran klaster keluarga meningkat, di dalamnya ada ibu dan anak. Tapi disisi lain, kami mendukung terus upaya pembelajaran tatap muka," tutur Dio.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/andi-sri-tribun.jpg)