Kamis, 30 April 2026

Liga Italia

Sukses Bersama Ukraina, Andriy Shevchenko Ingin Rajut Mimpi Baru Bersama AC Milan

Shevchenko dan AC Milan tentu bukanlah hal yang asing di telinga para pecinta sepak bola dunia pada masa silam.

Tayang:
VADIM GHIRDA / POOL / AFP
Andriy Shevchenko saat mendampingi Timnas Ukraina di Euro 2021, sukses bawa Ukrainake perempat final Andriy Shevchenko ingin kembali ke AC Milan 

TRIBUNKALTIM.CO - Penampilan Ukraina di Euro 2021 bisa dibilang cukup mengagumkan.

Tim dari Eropa Timur tersebut sukses melangkah hingga babak perempat final.

Keberhasilan Ukraina melangkah hingga babak perempat final itu tak lepas dari sosok sang pelatih Andriy Shevchenko.

Mantan pemain AC Milan itu sukses membawa Ukraina menjadi tim yang seimbang baik dari sisi bertahan maupun menyerang.  

Andriy Shevchenko kini tengah menikmati perjalanan karier kepelatihannya bersama Timnas Ukraina tepatnya dalam gelaran Euro 2021.

Shevchenko sejauh ini secara gemilang telah mengantarkan Ukraina berhasil melaju ke fase perempat final.

Baca juga: Alasan AC Milan tak Masuk Calon Kuat Peraih Scudetto Musim Depan, Juventus Lebih Diuntungkan

Keberhasilan Ukraina melaju babak perempat final setelah menyingkirkan Swedia, dan kini mereka bertemu Inggris.

Sepak terjang Shevchenko bersama Ukraina tergolong cukup mengesankan jika melihat performa yang dimainkan timnya tersebut.

Salah satu capaian luar biasa Ukraina bersama Shevchenko ketika berhasil lolos kualifikasi Euro 2021 tanpa pernah menyentuh kekalahan sama sekali.

Dari delapan laga yang telah dijalani pada fase kualifikasi, mereka mencatatkan enam kemenangan dan dua hasil imbang.

Dengan koleksi 20 poin, Ukraina berhasil menjadi pesaing kuat Portugal yang berada dalam grup yang sama.

Ukraina pun mencetak sejarah untuk pertama kalinya lolos dengan status tanpa terkalahkan di babak kualifikasi Euro 2021.

Shevchenko yang berada di balik layar sejarah tersebut tentu layak mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak, terutama warga masyarakat Ukraina.

Dengan jenjang karier kepelatihan yang cukup bersinar bersama Ukraina ternyata Shevchenko menyimpan angan-angan untuk bisa melatih tim masa lalunya, AC Milan.

Shevchenko dan AC Milan tentu bukanlah hal yang asing di telinga para pecinta sepak bola dunia pada masa silam.

Keduanya pernah bermesraan dalam mencapai kesuksesan luar biasa di tanah Eropa maupun dunia.

Shevchenko sendiri mampu menyandang status sebagai penyerang paling menakutkan yang dimiliki AC Milan pada masanya.

Alhasil bukan perkara aneh jika Shevchenko memiliki keinginan untuk bisa melatih AC Milan pada masa mendatang.

Keinginan Shevchenko untuk bisa melatih AC Milan kelak disampaikan oleh mantan assisten AC Milan, Mauro Tassotti.

Tassotti yang pernah menjadi assisten manajer tim Ukraina mengetahui betul rencana masa depan Shevchenko yang juga menyimpan hasrat melatih AC Milan.

"Saya tahu Shevchenko sedang memikirkannya kembali ke AC Milan, kepalanya ada keinginan untuk kembali kesini," ujar Tassotti dilansir Sempre Milan.

"Dimana disana ia pernah melakukan hal bagus sebagai pesepakbola,".

"Saya pikir itu adalah sesuatu yang dia ingin lakukan pada mendatang," tambahnya.

Baca juga: Update Bursa Transfer Liga Italia, Inter Ganggu Kemapanan AC Milan, Kessie Bakal Susul Calhanoglu

Tentu menarik jikalau Shevchenko akan bisa bekerjasama kembali bersama AC Milan tapi dengan peran berbeda sebagai pelatih.

Dengan keberadaan Paolo Maldini yang juga memegang peran penting di balik layar AC Milan saat ini, kehadiran Shevchenko akan mengingatkan kejayaan Rossoneri pada masa silam.

Semasa masih aktif bermain bersama AC Milan, Shevchenko tercatat telah tampil sebanyak 322 laga.

Koleksi 175 gol dan 45 assist menjadi kontribusi menawan seorang penyerang bernama Shevchenko bersama AC Milan pada masa silam.

Proyek Masa Depan AC Milan Terganggu Usai Kepergian Calhanoglu

Memasuki musim 2021/2022 AC Milan ditinggal 2 bintangnya.

Pertama adalah Gianluigi Donnarumma yang memilih tak memperpanjang kontraknya dan bergabung ke PSG.

Tak lama kemudian Hakan Calhanoglu ikut keluar dari AC Milan dan menyebrang ke rival sekota Inter Milan.

Kepergian keduanya secara tidak langsung bakal berpengaruh kepada performa tim musim ini.

Sekarang tanggung jawab besar ada di tangan Stefano Pioli untuk mempermulus recana jangka panjang AC Milan.    

Hengkangnya Hakan Calhanoglu dan Gianluigi Donnarumma dari AC Milan diprediksi bakal berimbas besar pada klub.

Rossoneri di bawah kendali Stefano Pioli memang tengah menjalankan proyek besar berjangka.

Baca juga: Alarm Bahaya Berbunyi di AC Milan, Rossoneri Dibayangi Eksodus Besar-besaran

Stefano Pioli memiliki tugas untuk mengembalikan kejayaan Rossoneri secara step by step.

Usaha tersebut memulai menunjukkan hasilnya di musim 2020/2021 ketika AC Milan mampu menjawab tugas yang diberikan oleh manajemen.

Tim besutan Stefano Pioli berhasil menggaransi tiket untuk manggung di Liga Champions musim 2021/2022.

Namun sayang, ketika Rossoneri mulai menginjakkan proyek yang lebih besar lagi, justru eksodus pemain bintang bermunculan.

Hengkangnya Hakan Calhanoglu dan Gianluigi Donnarumma membuat Stefano Pioli harus memutar otaknya kembali agar apa yang ia usahakan selama dua musim terakhir tak hancur berantakan.

Akan tetapi Il Diavolo Rosso rawan mengalami ganggung dalam proyek mereka di musim depan terkait imbas yang diberikan hengkangnya Hakan dan Gianluigi Donnarumma,

Baca juga: Update Liga Italia, AC Milan Rasa Real Madrid, Maldini Bakal Bawa 5 Pemain Ancelotti ke San Siro

1. Stefano Pioli Wajib Mengatur Ulang Permainan

Stefano Pioli selaku Allenatore Reossoneri memiliki tugas yang tak mudah setelah kehilangan dua pemain andalannya.

Sektor yang wajib mendapatkan perhatian lebih ialah lubang yang ditinggalkan oleh Hakan Calhanoglu.

Posisi trequartista sejauh ini masih kosong tak bertuan.

Sekalipun nantinya sudah terisi kembali, Pioli wajib mengatur ulang permainan timnya.

Tidak bisa dipungkiri bahwa Calhanoglu adalah dinamo permainan Rossoneri.

Ia menjadi nyawa permainan tim dalam beberapa musim terakhir.

Hilangnya gelandang serang asal Turki ini jelas akan berakibat besar pada pola permainan tim.

Keselarasan permainan perlu ditentukan baik dari Pioli maupun pemilik baru dari posisi trequartista tersebut.

2. Rawan Kehilangan Kessie yang Menunaikan Tugas Negara

Franck Kessie dalam beberapa musim terakhir menjadi 'otot' dari permainan AC Milan.

Namun jelang menyambut gelaran musim baru, Kessie diprediksi tak akan tampil pada awal musim bersama Rossoneri.

Pasalnya, Ia akan menunaikan tufgas membela Pantai Gading di ajang Olimpiade Jepang maupun Piala Afrika.

Sejauh ini belum ada pemain yang dapat mengemban tugas secara klinis sebagai gelandang box to box.

Kedua kondisi ini perlu menjadi perhatian bagi AC Milan jika tak ingin proyek jangka panjangnya tersendat

(*)

Berita tentang AC Milan

Berita ini telah tayang di Tribunnews dengan judul Liga Italia: Bawa Ukraina Bersinar, Shevchenko Ternyata Rajut Impian Tangani AC Milan 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved