Breaking News:

Berita Penajam Terkini

Kepala Damkar PPU Tutup Usia, Sempat Beli Nasi Kucing Bersama Istri Beberapa Jam Sebelum Meninggal

Kabar duka datang dari lingkup Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara atau Pemkab PPU Kalimantan Timur.

Penulis: Dian Mulia Sari | Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO/DIAN MULIA SARI
Situasi pemakaman Kepala Damkar PPU, Pahlawan Syahrani di TPU BTN Kilometer I. TRIBUNKALTIM.CO/DIAN MULIA SARI 

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Kabar duka datang dari lingkup Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara atau Pemkab PPU Kalimantan Timur.

Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP), Pahlawan Syahrani dikabarkan meninggal dunia pada dini hari tadi, Senin (5/72021) pukul 00.15 WITA di Puskesmas Penajam.

Pejabat lingkup daerah turut berbelasungkawa, terlihat seperti Wakil Bupati Hamdam, Ketua DPRD PPU, Jhon Kenedy, serta sejumlah pejabat pemerintah daerah turut hadir mengikuti prosesi pemakaman di TPU BTN Kilometer I pada pukul 10.00 WITA.

Kesedihan mendalam tidak hanya dirasakan oleh keluarga almarhum, tetapi juga dirasakan oleh Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) PPU, Suyanto.

Suyanto mengaku sangat terpukul dan berbelasungkawa atas meninggalnya alhamrhum. Dirinya mengaku almarhum merupakan sosok yang baik.

Baca juga: Pasca Kepala Dinas Damkar PPU Meninggal Akibat Corona, 24 Pegawainya Jalani Rapid Test, Ini Hasilnya

"Kita turut berbelasungkawa, karena beliau teman, sahabat, tetangga dekat, jarak 2 rumah saja dengan saya, jadi disitulah, beliau teman yang baik, sahabat yang baik, termasuk tetangga baik," ujar Suyanto.

"Beliau idola setiap ada acara kegiatan besar beliau sebagai sponsor, jadi kitasangat kehilangan beliau karena beliau seseorang yang sangat baik di mata kami," kata Suyanto, Senin (5/7/2021).

Dikatakan Suyanto, sebelum almarhum meninggalkan istri dan dua anak laki-laki itu sempat bersama dengan istrinya untuk pergi membeli nasi kucing di angkringan sekitar Taman Roselin setelah waktu isya.

"Sore masih jalan sama istri, setelah isya dia nyari nasi kucing di belakang taman Rosalin, sama istrinya di angkringan sekitar jam 9 malam, kemudian jam 11 masih online (WhatsApp) sambil nonton TV," jelas Suyanto.

Kemudian, Suyanto menceritakan kronologis kejadian sebelum almarhum menghembus napas terakhirnya. Diperkirakan jam setengah 12 malam almarhum merasakan sesak napas.

Baca juga: Hasil Swab Kepala Damkar PPU yang Meninggal Dunia Telah Keluar, Ini Hasilnya

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved