Minggu, 12 April 2026

Berita Samarinda Terkini

Pemkot Samarinda Akan Kaji Penyebab Banjir di Lok Bahu dan Karang Asam Ulu

Banjir yang menggenangi beberapa titik wilayah di Kota Samarinda dalam beberapa hari terakhir ini, mulai Pemerintah Kota Samarinda.

Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/HANIFAN MA'RUF
Walikota Samarinda Ando Harun, Senin (5/7/2021). Pemerintah Kota Samarinda akan mengidentifikasi penyebab banjir di Samarinda yang terjadi beberapa hari terakhir untuk selanjutnya melakukan upaya penanganan.TRIBUNKALTIM.CO/HANIFAN MA'RUF 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA- Banjir yang menggenangi beberapa titik wilayah di Kota Samarinda dalam beberapa hari terakhir ini, mulai Pemerintah Kota Samarinda.

Terutama banjir di kelurahan Lok Bahu dan Karang Asam Ulu, Kecamatan Sungai Kunjang yang terjadi sejak hujan deras yang mengguyur pada Jum'at (2/7/2021) yang lalu.

Diketahui hingga saat ini beberapa kawasan di kelurahan Lok Bahu masih tergenang air, meskipun dilaporkan telah mengalami penurunan debit air sejak kemarin sore.

Walikota Samarinda, Andi Harun bersama jajaran OPD terkait melakukan pembahasan untuk melakukan peninjauan mencari tahu penyebab banjir di kawasan tersebut pada Senin (5/7/2021).

Baca juga: Korban Banjir di Kelurahan Lok Bahu dan Karang Asam Ulu Samarinda Dapat Bantuan Logistik

Andi Harun menyebutkan dengan mencari tahu penyebab banjir yang terjadi, maka Pemkot dan OPD teknis terkait dapat dengan mudah memberikan rekomendasi dan melakukan penanganan.

"Kita membahas bersama BPBD, DLH, PUPR dan jajaran teknis lainnya untuk meninjau apakah ada kebijakan yang bisa kita kendalikan agar bisa mengurangi risiko masalah banjir di masa yang akan datang.

Saya beri waktu kepada OPD terkait hingga hari Rabu untuk kita rapat kembali untuk menyusun rekomendasi jangka pendek, menengah dan panjang," ungkap Andi Harun saat ditemui di Balaik Kota Samarinda pada Senin (5/7/2021).

Sementara itu Kepala BPBD Kota Samarinda, Wahiduddin menjelaskan banjir yang terjadi terutama di kelurahan Lok Bahu, selain dikarenakan curah hujan yang deras, juga ada faktor lokasi yang berada di dataran rendah yang menyebabkan air dari wilayah lain mengalir dan menggenangi kawasan tersebut.

"Curah hujan yang terjadi terutama di Kecamatan Sungai Kunjang itu di atas 100 milimeter, dan intensitas nya juga cukup lama.

Selain itu lahan-lahan di daerah terutama Lok Bahu juga adalah rawa dan dataran rendah, dengan debit air yang tinggi, maka kawasan tersebut menjadi titik genangan air," sebut Wahid pada kesempatan yang sama.

Kepala BPBD Kota Samarinda tersebut juga mengakui bahwa wilayah Lok Bahu sebelumnya memang bukan termasuk wilayah yang terindikasi berpotensi banjir.

Baca juga: Banjir di Lok Bahu dan Karang Asam Ulu Mulai Surut, BPBD Samarinda Turunkan 5 Perahu

Namun dikarenakan curah hujan yang cukup tinggi maka debit air juga turut meningkat hingga menggenang di kawasan sekitar jalan M. Said tersebut.

Selain itu pihaknya bersama OPD lainnya dalam dua hari ke depan akan mengidentifikasi faktor lainnya, seperti potensi banjir yang diakibatkan pembukaan lahan yang saat ini berlangsung di sekitar kawasan Lok Bahu.

BPBD Kota Samarinda sebelumnya telah mengevakuasi warga di kelurahan Lok Bahu yang terdampak banjir untuk mengungsi di tempat yang lebih aman.

Wahid juga mengungkapkan bahwa pihak BPBD telah menurunkan 5 unit perahu yang saat ini dioperasikan oleh masyarakat,  yang terdampak banjir untuk melakukan evakuasi lanjutan atau kepentingan lainnya.

"Kita juga telah memberikan bantuan logistik bagi warga terdampak banjir yang saat ini masih mengungsi," pungkas Wahid. (*)

Berita tentang Samarinda

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved