Berita Samarinda Terkini
Tanggul Eks Tambang yang Jebol Sudah Ditutup, Lurah Lok Bahu Ungkap Sebabnya
Tanggul yang jebol lalu membuat air meluber ke lokasi banjir di Jalan M Said, Kelurahan Lok Bahu, Sungai Kunjang, Samarinda, sore kemarin sudah ditutu
Penulis: Mohammad Fairoussaniy | Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Tanggul yang jebol lalu membuat air meluber ke lokasi banjir di Jalan M Said, Kelurahan Lok Bahu, Sungai Kunjang, Samarinda, sore kemarin sudah ditutup.
Lurah Lok Bahu Sukarman saat dikonfirmasi siang (5/7/2021) menjelaskan bahwa sekitar pukul 10.00 WITA tadi sudah ditutup dengan bantuan dari PT Bukit Baiduri Energy (PT BBE) selaku pemilik tanggul.
"Tanggul sudah ditutup sama PT BBE. Tadi pagi nutupnya jam 10-an. Saya juga minta agar dibuatkan saluran di kolam, yang di atas itu agar tidak jebol," jelas Sukarman, Senin (5/7/2021).
Tanggul yang ditutupsekitar 1,5 meter. Pengerahan alat berat juga dilakukan untuk meninggikan sekitar tanggul agar tidak lagi jebol.
Mengenai jebolnya tanggul, Sukarman mengungkap sebabnya, yakni adanya pemancing yang sengaja membuka agar mudah mencari ikan.
Baca juga: Tanggul Jebol Kedengaran Seperti Gemuruh Tsunami, Satu Orang Tewas
"Termasuk yang rendah ditinggikan. Sudah aman. Semoga yang cari ikan nggak nakal lagi, karena mereka yang buka. Nanti dikasih larangan dan ada yang jaga (agar tidak terulang)," ungkapnya.
Community Development PT BBE Rahman Virlianto sendiri saat dikonfirmasi membenarkan bahwa pihaknya yang menanggulangi tanggul jebol di konsesinya tersebut.
Dia juga tak bisa banyak berkomentar lantaran kondisi fisiknya sedang drop dan akan istirahat.
"Ada bantu nutup tanggul, permintaan kelurahan. Tanggul itu punya BBE, itu ada warga (yang buka)," tegas Rahman Virlianto.
Baca juga: Tanggul Jebol, Tiga RT di Palaran Samarinda Terendam Banjir
Banjir Mulai Surut, Tersisa 4 Titik Terendam Air
Kondisi terkini banjir di wilayah Jalan M Said juga disampaikan Lurah Lok Bahu Sukarman sudah mengalami penurunan.
Ada 4 titik yang masih terendam banjir, dari meluapnya anak sungai yang mengalir ke Sungai Mahakam.
"Kalau banjir sudah mulai kering, tren sudah menurun," sebut Sukarman.
"Tinggal di Gang Surya, Mandiri, Artania dan sekitar kawasan yang memang rendah. Jalan M Said sampai Gang pusaka dan sekitarnya yang kemarin sempat terendam 50 cm sudah menurun drastis bahkan kering jalanan," imbuhnya.
Mengenai dapur umum, jika melihat tren penurunan maka akan diperpanjang, tergantung kondisi.
"Hari ini terakhir dapur umum, sambil melihat kondisi," kata Sukarman.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/proses-perbaikan-tanggul.jpg)