Breaking News:

Ibu Kota Negara

Ibu Kota Negara di Kaltim, Gubernur Isran Noor Singgung Balikpapan jadi Petrokimia Terbesar di Dunia

Gubernur Kalimantan Timur, Isran Noor menandatangani Memorable of Understanding (MoU) pada Selasa (6/7/2021)

Penulis: Jino Prayudi Kartono | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/JINO KARTONO
Kegiatan penandatanganan MoU dan talk show mengawal dan menata Ibu Kota Negara baru yang digelar Universitas Balikpapan secara virtual, Selasa (6/7/2021). Gubernur Isran Noor menjelaskan beberapa poin penting pembangunan Ibu Kota Negara kedepannya di hadapan beberapa rektor dari Universitas di seluruh Indonesia. 

Berkaitan pembangunan Ibu Kota Negara Republik Indonesia di Kalimantan Timur, Isran Noor menjelaskan secara singkat dengan beberapa hal.

Pertama, bahwa setelah diumumkan Presiden Joko Widodo tahun 2019 lalu, berkaitan dengan penetapan Ibu Kota Negara.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mengapresiasi pengumuman tersebut.

Kedua, pemindahan Ibu Kota Negara RI ke Kalimantan Timur merupakan langkah maju untuk mengubah kesenjangan pembangunan dan menciptakan pembangunan yang merata di luar pulau Jawa.

Baca juga: Tantangan Daerah Penyangga Ibu Kota Negara, Pasokan Air Baku PDAM Balikpapan Kurang

"Saya pribadi yakin pemindahan Ibu Kota Negara bukan berdampak di Kalimantan Timur saja, tapi kemajuan juga bagi negara Indonesia," ucap Gubernur Kaltim, Isran Noor.

Kemudian penetapan Kalimantan Timur jadi lokas kawasan Ibu Kota Negara, menurut Gubernur Isran Noor adalah hal yang tepat.

Karena Kalimantan Timur memiliki keistimewaan, antara lain melalui kepemilikan lahan yang dibangun di kawasan Ibu Kota Negara adalah lahan milik negara.

Kemudian kondisi fisik Kalimantan Timur yang luas topografinya, yang berdatar dan berbukit, minim bencana dan tidak ada gunung berapi.

Baca juga: Jelang Peletakan Batu Pertama Ibu Kota Negara, DPRD PPU Minta Perusahaan Nasional Akomodir Warga

Serta lokasi dekat laut yang menurutnya mencerminkan Indonesia sebagai negara maritim.

Kemudian tingkat kemiskinan rendah, kemajuan pendidikannya baik, dan masyarakatnya bersifat heterogen serta jumlah penduduk sedikit juga menjadi alasan.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved