Berita Bontang Terkini
Proyek Kilang Dibatalkan, Pemkot Bontang Tunggu Investasi Lain
Rencana pembangunan Grass Root Refinery atau kilang minyak di Bontang kini dibatalkan.
Penulis: Ismail Usman | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG- Rencana pembangunan Grass Root Refinery atau kilang minyak di Bontang kini dibatalkan.
Hal itu ditegaskan Amiruddin, Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang) Bontang, Selasa (06/07/2021).
Selain karena belum mendapat investor, pembatalan ini juga dilatari dari keputusan Pertamina yang memutuskan menarik diri dari proyek ini.
Tetapi perlu diketahaui, jika hingga saat ini rencana proyek kilang minyak di Bontang masih masuk dalam daftar Program Strategis Nasional (PSN).
Baca juga: Pertamina RU Balikpapan Tinjau Pekerja di Fasilitas Kilang, Tradisi MWT saat Idul Fitri
Hal itu mengacu pada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 56/2018, atas perubahan ke dua perpres nomor 3/2016, tentang percepatan pelaksanaan PSN.
"Artinya, masih terus diusahakan agar proyek kilang minyak masih tetap dibangun di Kota Bontang," ungkap Amiruddin.
Dikatakan Amiruddin, kabar sebelumnya akan investor lain yang berencana melanjutkan mega proyek ini.
Tetapi hingga saat ini, belum ada progres lanjutan.
"Sempat ada PT Sanuhasta yang mau ganti karena Pertamina tarik diri. Tapi belum ada kabar lanjutan lagi," terangnya.
Selain itu, ada juga perusahaan dari United Arab Emirates yang minat berinvestasi untuk pembangunan Hydrogen Plant di Bontang.
Baca juga: Basri Rase Dilantik jadi Walikota, Berupaya Pembangunan Kilang di Bontang Masuk Strategis Nasional
Kemungkinan investasi lain ini akan memanfaat kan lahan industri yang telah disediaan saat persiapan menyambut proyek kilang minyak.
Sebab Pemkot Bontang telah menyediakan lahan industri 1.000 hektar di Bontang Lestari.
"Emirates Speciallized Contracting & Oilfield Services (ESCO) juga akan invetasi, mungkin ini yang ganti proyek kilang," pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/amiruddin-kepala-badan-perencanaan-penelitian-dan-pengembangan-bapelitbang-bontang.jpg)