Wawancara Eksklusif

WAWANCARA EKSKLUSIF Kepala BNNP Kaltim, Brigjen Pol Wisnu Andayana: Rehab Narkoba Itu Gratis

Rehab gratis dibiayai pemerintahan, kalau ada rehab mengenakan bayaran kepada masyarakat laporkan saja ke BNNP.

TRIBUNKALTIM/NEVRIANTO HARDI PRASETYO
VIP ROOM - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Kalimantan Timur Brigjen Pol Wisnu Andayana saat sesi wawancara eksklusif bersama reporter Tribunkaltim.co Fachri Rachmadani. 

TRIBUNKALTIM.CO - Dalam wawancara eksklusif bersama Tribunkaltim.co di Kantor Biro Samarinda, Jalan Alaya, Kelurahan Sungai Pinang Dalam, Kecamatan Sungai Pinang, Kota Samarinda, Kaltim, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Kalimantan Timur Brigjen Pol. Wisnu Andayana menyampaikan program Bersih dari Narkoba (BERSINAR) dengan mengutamakan ketahanan keluarga.

Pria yang sebelumnya menjabat Kepala BNNP Gorontalo, juga membeberkan bagaimana membangun ketahanan keluarga dari desa serta penanganan orang yang menyalahgunakan narkotika.

Apa saja yang dibincangkan di studio Tribunkaltim.co, Biro Samarinda, dan seperti apa program Kepala BNNP Kaltim yang baru ini, berikut petikan wawancara eksklusifnya.

Implementasi apa yang dilakukan Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di BNNP Kaltim sendiri saat ini ?

Baik, terimakasih. Tentang bahaya narkotika ini memang proses pencegahan, pendayagunaan masyarakat, program rehabilitasi dan upaya pemberantasan terus kami lakukan. 

P4GN kita mulai dengan membentuk desa bersih dari narkoba (BESINAR).

Baca juga: WAWANCARA EKSKLUSIF Kepala BNNP Kaltim, Brigjen Pol Wisnu Andayana: Provinsi Tujuan Wisata Narkoba

BNN hari ini sendiri tidak hanya dikenal menangkap bandar narkoba saja, ternyata ada tugas lain yang tak kalah penting untuk antisipasi generasi muda serta masyarakat lain, guna pencegahan itu tadi ?

Betul. Jadi tidak usah khawatir masyarakat apabila ditemukan di situ (di lingkungannya) ditemukan ada orang yang menggunakan narkoba, laporkan.

Kita akan rehab, dan rehab gratis dibiayai pemerintahan, kalau ada rehab mengenakan bayar kepada masyarakat laporkan saja.

Rehabilitasi gratis, misal dia pemakaian rutin narkoba itu, sehingga kecanduan biasanya rawat inap dan itu dibayar pemerintah.

Persyaratannya ada, artinya begini yang bersangkutan memang ada pengantar, keluarga atau RT biasa untuk mengurus administrasi, tetapi tidak ada administrasi yang bayar, sepersen pun tidak ada.

Dorongan masyarakat juga turut aktif berpartisipasi menginformasikan.

Justru seandainya ada korban penyalahgunaan narkotika dibawah umur yang tidak dilaporkan sama orang tuanya, itu bisa terjerat pidana. Bisa dipidanakan. Pembiaran, karena anak itu belum dewasa dia korban narkotika, terus orang tuanya membiarkan, bisa dikenakan.

Penanganan Rehabilitasi dengan membedakan Pengedar, Pemakai atau Korban narkotika bagaimana ?

Halaman
123
Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved