Selasa, 28 April 2026

Berita Samarinda Terkini

Blusukan ke Sekolah Pelosok, Komisi IV DPRD Kota Samarinda Temukan Beberapa Hal Krusial

Guna mewujudkan sistem pendidikan yang merata di Ibu Kota Kalimantan Timur ini, Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda rutin m

Penulis: Rita Lavenia |
TRIBUNKALTIM.CO/RITA LAVENIA
Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sani Bin Husain. Usai mengunjungi sekolah-sekolah pelosok di Samarinda, Komisi IV mendapatkan beberapa hal krusial yang perlu mendapat perhatian dan evaluasi dari pemerintah kota. TRIBUNKALTIM.CO/RITA LAVENIA 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Guna mewujudkan sistem pendidikan yang merata di Ibu Kota Kalimantan Timur ini, Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda rutin mengadakan kunjungan ke sekolah-sekolah yang dianggap memerlukan perhatian lebih.

"Sasaran kita adalah sekolah-sekolah pelosok. Beberapa waktu lalu kita melaksanakan kunjungan ke SMP 20 Bukuan, Palaran, dan beberapa sekolah lainnya," ucap Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Sani Bin Husain ditemui TribunKaltim.co di ruang kerjanya, Rabu (7/7/2021).

Sani Bin Husain menjelaskan ada dua tujuan kunjungan tersebut.

Pertama, menurutnya, sekolah pelosok jarang terpantau dan kedua, ingin memastikan infrastruktur yang diterima sekolah-sekolah tersebut sudah maksimal seperti di kota.

"Memang kita punya mitra dalam hal ini Dinas Pendidikan yang sudah memberikan laporan ke kita, tetapi kami tidak puas. Jadi harus turun langsung untuk mengetahui kendala masyarakat di lapangan," jelasnya.

Baca juga: Asta Layangkan Protes ke Dewan, Sekolah Swasta di Bontang Terancam Tutup Akibat Sistem Zonasi

Alhasil, dalam kunjungan tersebut, Sani Bin Husain menuturkan, Komisi IV mendapat beberapa hal krusial yang perlu mendapat perhatian dan evaluasi dari pemerintah kota.

Seperti kebanyakan masyarakat masih tidak familiar dengan sistem pendaftaran online dan zonasi.

"Jadi saya pikir perlu adanya sosialisasi lebih kepada masyarakat agar mereka tidak bingung," kata Sani Bin Husain.

Kemudian, masalah lain yang dihadapi masyarakat adalah kurangnya pengetahuan tentang sekolah yang akan dimasuki anak mereka sehingga dianggapnya perlu ke depannya setiap sekolah membuat profil yang tidak hanya melalui online tetapi juga cetak.

"Jadi bisa dibaca oleh orangtua murid. Karena tidak semua tahu cara mencari informasi di media sosial," tuturnya.

"Terakhir masalah jaringan yang masih sulit mereka jangkau selama daring ini. Tentu semua itu menjadi bahan evaluasi kita selanjutnya," ucapnya.

Baca juga: Disdikbud Paser Angkat Bicara soal Gedung Sekolah SDN 026 Long Ikis Rusak Parah

Namun poin positifnya, Sani Bin Husain mengatakan meski berada di pelosok, ketaatan pihak sekolah dan masyarakat akan protokol kesehatan sangat tinggi.

Dimana setiap sekolah menghindari kerumunan dengan membuat sekat untuk memastikan masyarakat yang datang mendaftar ataupun mencari informasi tidak menumpuk.

"Kita sangat apresiasi hal itu. Dan semua kendala yang mereka hadapi sudah menjadi catatan dan akan kita evaluasi," ucapnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved