Berita Kaltim Terkini

Gubernur Kaltim Isran Noor Dukung Penurunan Emisi Karbon, Dapat Rp 1,5 Triliun dari Bank Dunia

Provinsi Kalimantan Timur merupakan satu-satunya daerah di Indonesia yang mendapatkan kompensasi dari Bank Dunia

Penulis: Jino Prayudi Kartono | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO HARDI
LINGKUNGAN - Gubernur Kaltim, Isran Noor, akui Kalimantan Timur telah melebihi target yang ditentukan oleh Bank Dunia, Rabu (7/7/2021). Bank Dunia akan memberikan Rp 1,5 triliun dalam program pengurangan emisi sebesar 22 juta ton CO2 atau karbondioksida. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Provinsi Kalimantan Timur merupakan satu-satunya daerah di Indonesia yang mendapatkan kompensasi dari Bank Dunia.

Kompensasi tersebut yaitu program penurunan emisi karbon.

Bank Dunia akan memberikan Rp 1,5 triliun dalam program pengurangan emisi sebesar 22 juta ton CO2 atau karbondioksida.

Kali ini Gubernur Kaltim, Isran Noor, akui Kalimantan Timur telah melebihi target yang ditentukan oleh Bank Dunia.

Baca juga: Total Utang Baru Jokowi Capai 900 Juta Dollar AS dari Bank Dunia Bulan Juni 2021, Berapa Rupiah?

Kata Gubernur Isran Noor, itulah hebatnya Kalimantan Timur.

"Karena, kita sudah di atas itu. Wajar, jika Provinsi Kaltim mendapat kompensasi dari Bank Dunia untuk penurunan emisi carbon," kata Gubernur Isran Noor yang dikutip TribunKaltim.co dari rilis Pemprov Kaltim, Rabu (7/7/2021) pagi.

Dengan target yang lebih itu, dikarenakan payung hukum tentang lingkungan hidup sudah kuat.

Sehingga pemerintah pun yakin dapat mengelola kompensasi lebih baik.

Baca juga: NEWS VIDEO 19 Desa di Kutim Berkomitmen Untuk Jaga Kelestarian Hutan Demi Turunkan Emisi Karbon

"Mudah-mudahan Provinsi Kaltim bisa mengelola kompensasi itu dengan tepat," kata Isran Noor.

Diketahui, Pemerintah Indonesia diwakili Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) telah menandatangani.

Yaitu perjanjian pembayaran berbasis kinerja program pengurangan emisi gas rumah kaca (GRK) melalui Fasilitas Kemitraan Karbon Hutan atau Forest Carbon Partnership Facility Carbon Fund (FCPF-CF) bersama Bank Dunia.

Objek dari kesepakatan itu untuk hutan Kalimantan Timur.

Baca juga: Gubernur Kaltim Isran Noor Klaim Sudah Lakukan Penurunan Emisi Karbon, Tapi Belum Dibayar Uangnya

Provinsi Kalimantan Timur menjadi satu-satunya provinsi terpilih di Indonesia untuk program penyelamatan hutan dari deforestasi dan degradasi hutan.

Daerah Kalimantan Timur harus mampu mengurangi 22 juta ton emisi gas rumah kaca (GRK) selama lima tahun ke depan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved