Breaking News:

Berita DPRD Kalimantan Timur

Kasus Covid-19 Meningkat, Salehuddin: Ini Alarm untuk Pengetatan Keluar-Masuk Kaltim

Meningkatnya pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kaltim dari hari ke hari menyebabkan ruang perawatan di rumah sakit penuh dan tenaga medis

Editor: Diah Anggraeni
HO/Humas DPRD Kaltim
Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim Salehuddin meminta kepada Pemprov Kaltim dan pemerintah kota/kabupaten untuk mengambil langkah cepat mengantisipasi penuhnya rumah sakit akibat lonjakan kasus Covid-19. 

TRIBUNKALTIM.CO - Meningkatnya pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kaltim dari hari ke hari menyebabkan ruang perawatan di rumah sakit penuh dan tenaga medis kewalahan.

Bahkan, beberapa rumah sakit overload pasien hingga memanfaatkan lorong sebagai ruang perawatan.

Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim Salehuddin pun angkat suara terkait kondisi tersebut.

Baca juga: Pembatasan Kegiatan di Kaltim Diberlakukan, Jawad Minta PPKM Tidak Menyusahkan Masyarakat

Ia meminta kepada Pemprov Kaltim dan pemerintah kota/kabupaten untuk mengambil langkah cepat mengantisipasi hal tersebut.

Salehuddin mengingatkan, pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota untuk segera melakukan proses pengetatan jalur keluar-masuk Kaltim guna menghindari penularan yang lebih banyak lagi.

"Provinsi harus segera lakukan antisipasi pengembangan ruangan rumah sakit. Contohnya RSUD Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan, sekarang sudah full sampai ada yang dirawat di lorong. Saya pikir, pemprov harus mencari alternatif. Ini juga termasuk di Kukar. Rumah sakit rujukan Covid-19, RS Parikesit sudah full, bahkan ICU sudah full. Ini jadi alarm bagi kita untuk melakukan proses pengetatan (Prokes)," ucapnya usai mengikuti pertemuan dengan Fraksi Golkar DPRD Kaltim di ruang rapat lantai 1 Gedung E Kantor DPRD Kaltim, Senin (5/7/2021).

Baca juga: Komisi II Inginkan Ada Perda Jasa Usaha, Pemanfaatan Retribusi Hak Guna Bangunan

Dikatakan legislator dari Fraksi Golkar ini, beberapa kabupaten/kota di Kaltim telah mengambil langkah cepat untuk mengeluarkan kebijakan pengetatan.

Salah satu di antaranya Kabupaten Kutai Timur (Kutim), serta upaya lain untuk melakukan pemeriksaan PCR mobile.

"Di Kutim itu langsung melakukan penyekatan. Artinya ini bagian dari upaya kita, bagaimanapun untuk menekan positif rate. Di Kukar sendiri, melakukan PCR Mobile di beberapa tempat kerumuman. Karena bagaimanapun kasus yang ada di Jawa dan sekitarnya bisa saja terjadi di Kaltim. Dan Kaltim akhir-akhir ini terjadi kenaikan angka positif tinggi di atas 500. Ini jadi warning pemprov untuk melakukan hal strategis menekan laju positive rate," pungkasnya. (adv)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved