Breaking News:

News Video

NEWS VIDEO Warga Ambil Paksa Jenazah di RS dan Tutup Jalan Penghubung 3 Kabupaten

Jenazah seorang guru yang meninggal akibat terpapar Covid-19 iambil paksa oleh Warga Desa Watludan, Kabupaten Maluku Tengah.

Editor: Djohan Nur

TRIBUNKALTIM.CO - Jenazah seorang guru yang meninggal akibat terpapar Covid-19 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Masohi, diambil paksa oleh Warga Desa Watludan, Kecamatan Waipia, Kabupaten Maluku Tengah, Kamis (8/7/2021) petang.

Selain itu mereka juga memblokade jalan penghubung tiga kabupaten.

Warga mengaku tak terima, pihak rumah sakit menyatakan jenazah meninggal lantaran telah terpapar Covid-19.

Dilansir Kompas.com, Kepala Desa Watludan Ronny Ambrosila menyampaikan keterangannya.

Baca juga: VIRAL Satu Keluarga di Bekasi Meninggal Dunia Terpapar Covid-19, Begini Penjelasan Ketua RT

Warga disebut marah karena tak terima seorang warga berinisial MP dinyatakan positif Covid-19, saat menjalani perawatan di RSUD Masohi.

“Menurut mereka, kalau korban adalah pasien positif Covid-19 maka seharusnya dimakamkan secara prokes dan jangan dikembalikan ke keluarga,” ucapnya.

Seluruhnya disebut tak terima hingga mengambil jenazah pasien di rumah sakit.

Selain itu, warga memeblokade jalan yang menghubungkan tiga kabupaten di Pulau Seram itu dengan mengecor beton di atas badan jalan.

Warga juga melakukan pembakaran ban bekas dan membentangkan kayu serta meletakkan batu di badan jalan.

Transportasi dari dan menuju Kota Masohi, Maluku Tengah, pun lumpuh total karena aksi yang dilakukan warga itu.

Sejumlah Polisi dan TNI telah datang ke lokasi untuk bernegosiasi dengan warga.

Namun, warga tetap bersikeras menutup jalan tersebut.

Ronny menambahkan, camat juga telah memberikan penjelasan kepada pihak keluarga, tetapi mereka tidak terima karena menilai ada kejanggalan.

(*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved