Breaking News:

News Video

NEWS VIDEO Lakukan Operasi Yustisi Gabungan, Walikota Samarinda Terus Ingatkan Kesadaran Masyarakat

Walikota Samarinda Andi Harunm engadakan Operasi Yustisi Gabungan, Jumat (9/7/2021).

Editor: Djohan Nur

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Empat hari setelah surat Instruksi Walikota Samarinda Nomor 1 Tahun 2021 untuk melaksanakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dikeluarkan, Walikota Samarinda Andi Harun bersama Jajaran dan TNI-Polri mengadakan Operasi Yustisi Gabungan, Jumat (9/7/2021) pukul 21.00 - 22.10 WITA, dengan sasaran Mall Samarinda Central Plaza (SCP), Zoom (THM), Citra Niaga dan Tepian Karang Mumus.

Untuk Mall SCP, THM, dan Citra Niaga tidak ditemukan lagi aktivitas pengunjung maupun para pelaku usaha.

Namun tidak dengan Tepian Karang Mumus, saat rombongan Satgas-19 yang dikomandani langsung oleh Andi Harun tersebuy tiba, nampak para pengunjung berlarian meninggalkan lokasi dan pedagang kelabakan mengemasi dagangan mereka.

Bersama jajaran, AH sapaan akrabnya menyambangi satu persatu pedagang dan bersama Camat Samarinda Kota, AH melakukan dialog dengan para pelaku usaha mikro tersebut.

"Ini baru beberapa hari. Memang namanya membangun kesadaran masyarakat, kesadaran sosial butuh dua, tiga dan empat hari. Kita tidak boleh bosan-bosannya mengimbau," ucap AH kepada media saat ditemui usai kegiatan sidak tersebut.

Walikota kelahiran Bone, Sulawesi Selatan tersebut menyadari masyarakat perlu tetap menjalankan usaha untuk memutar perekonomian.'

Baca juga: Update Lowongan Kerja Kaltim, Penempatan Balikpapan dan Samarinda: Paramedic hingga Operator Mesin

Namun Ia juga menegaskan ada kepentingan masyarakat luas dalam hal ini kesehatan yang harus diperhatikan bersama.

"Jadi kita harus terus beri pemahaman jika kepentingan masyarakat luas juga harus diperhatikan," ucapnya.

"Karena memutus rantai penyebaran Covid-19 tidak bisa dilakukan oleh pemerintah, satgas, dan TNI Polri saja, tetapi masyarakatlah yang ingin kita bentuk Herd Imunity-nya," tegas AH.

Bahkan setelah kegiatan tersebut, AH langsung mengedarkan surat Instruksi Walikota Nomor 2, Tahun 2021 Tentang Penutupan Tempat Hiburan Malam dan Pemberhentian Layanan Makan di Tempat untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19 di Kota Samarinda.

Instruksi tersebut ditujukan kepada pengelola THM, Restoran/Rumah Makan, Cafe dan Angkringan se-Kota Samarinda.

Dan sama seperti instruksi sebelumnya, kebijakan tersebut akan berlaku hingga 20 Juli mendatang.

(*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved