Virus Corona di Samarinda
PPKM Darurat di Balikpapan, Penumpang Bus AKAP Harus Tunjukan Hasil Negatif Covid-19
Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Kota Balikpapan yang notabene jalur bus AKAP kini tengah disekat
Penulis: Mohammad Fairoussaniy | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA- Operasional armada bus antar kota antar provinsi (AKAP) di Terminal Tipe A Samarinda Seberang, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, yang kini dioperasikan di Terminal Tipe B Sungai Kunjang masih beroperasi.
Terminal Samarinda Seberang yang masih dalam tahap pemugaran oleh Kementerian Perhubungan juga masih dalam tahap pengerjaan.
Setalah pada medio Mei 2021 secara menyeluruh mandek beroperasi, kini bus yang melayani trayek ke Kota Banjarmasin, Kalsel dioperasikan dengan terapan protokol kesehatan ketat.
Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Kota Balikpapan yang notabene jalur bus AKAP kini tengah disekat, tetapi hal ini tak jadi kendala karena penumpang harus mengantongi izin jalan.
Baca juga: Ini Daftar Lokasi Test PCR di Balikpapan yang Diakui Satgas Covid-19 Nasional
"Tetap jalan selagi ada penumpang, cuman mereka harus menunjukkan hasil rapid antigen atau swab antigen. Tanpa itu mereka tidak dapat berangkat.
Makanya diadakan di terminal swab antigen dan ditempatkan tim medis disitu," jelas Koordinator Satuan Pelayanan (Korsatpel) Terminal Tipe A Samarinda Seberang, Sarjito, dikonfirmasi, Sabtu (10/7/2021) hari ini.
Kondisidi bus sendiri dikatakan Sarjito juga diperketat.
Pembatasan jarak duduk antar penumpang juga dilakukan agar mencegah penularan Covid-19.
Sarjito mengaku menerapkan sesuai aturan yang berlaku.
"Tetap protokol kesehatan dan membatasi jumlah penumpang" tegasnya.
Tetapi, meski masih boleh beroperasi, jumlah penumpang tidak seperti keadaan sebelum pandemi.
Bahkan turun drastis selama pandemi Covid-19.
"Tapi penumpang juga paling 10, syukur-syukur bisa lebih dari itu. Bus juga paling yang berangkat dua, paling tinggi tiga kami perhatikan dan didata kami," ungkap Sarjito.
Baca juga: Covid-19 Merambah ke Perbatasan RI-Malaysia, Ketua DPRD Malinau Sampaikan Kebutuhan Warga Apau Kayan
"Penurunan drastis, tetap turun angkanya (awal pandemi sampai sekarang). Kalau normal bisa 7-8 bus sekali berangkat, penumpang juga bisa 100-200 orang," sambungnya.
Sarjito menegaskan pihak kementerian perhubungan lah yang memprioritaskan pemberlakuan orang dalam perjalanan dengan prokes ketat dan dilengkapi surat tanda negatif Covid-19.
"Untuk prioritasnya ya pembatasan itu," tutupnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/penumpang-di-terminal-tipe-b-sungai-kunjang.jpg)