Breaking News:

Idul Adha

Tentukan Idul Adha, Kanwil Kemenag Kaltim dan BMKG Gelar Rukyatul Hilal di Islamic Center Samarinda

Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag)  Kalimantan Timur, menggelar kegiatan rukyatul hilal di Masjid Islamic Center Baitul Muttaqin Samarinda

Penulis: Hanifan Ma'ruf | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO HARDI PRASETYO.
Kegiatan Rukyatul hilal penentuan awal bulan Dzulhijjah 1442 Hijriyah di Masjid Islamic Center Samarinda, Sabtu (10/7/2021).TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO HARDI PRASETYO. 

TRIBUNKALTIM.CO,SAMARINDA - Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag)  Kalimantan Timur, menggelar kegiatan rukyatul hilal di Masjid Islamic Center Baitul Muttaqin Samarinda, Sabtu (10/7/2021).

Kegiatan rukyatul hilal tersebut dilaksanakan berdasarkan instruksi Kementerian Agama RI, untuk menentukan awal bulan Dzulhijjah 1442 Hijriyah sekaligus penetapan pelaksanaan hari raya Idul Adha tahun ini.

Kegiatan rukyatul hilal dibuka langsung oleh Kepala Kanwil Kemenag Kaltim H. Masrawan yang juga dihadiri oleh Ketua MUI Kota Samarinda, KH. Zaini Naim.

Masrawan mengatakan, hasil pengamatan hilal ini akan dilaporkan kepada Kemenag pusat sebagai bahan pertimbangan sidang isbat penentuan Awal bulan Dzulhijjah dan Idul Adha 1442 Hijriyah.

Baca juga: Niat Puasa Arafah Idul Adha 2021, Juga Niat Puasa Dzulhijjah, Tarwiah, dan Keutamannya

"Metode rukyat ini merupakan salah satu cara untuk menentukan awal bulan Komariah yang juga biasa dikaitkan dengan hari-hari besar umat Islam.

Pelaksanaan rukyat di Kaltim kali ini seperti saat penentuan awal Ramadhan dan Idul Fitri lalu, kita lakukan di Masjid Islamic Center Samarinda bersama BMKG Kota Samarinda, yang menganalisa perhitungan hasil pantauan hilal yang nantinya kita laporkan kepada Kemenag pusat sebagai bahan pertimbangan sidang isbat," ungkap Masrawan.

Dalam kondisi pandemi Covid 19 yang tengah meningkat, Masrawan menyebutkan kegiatan rukyat yang dilakukan di menara Asmaul Husna Masjid Islamic Center Samarinda tersebut, dilaksanakan dengan pembatasan jumlah peserta dan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

"Ya dengan keadaan pandemi Covid 19 seperti sekarang ini kita terpaksa batasi peserta rukyat maksimal hanya 15 orang, dan kegiatan kita lakukan dengan protokol kesehatan," sambungnya.

Sedangkan Kepala BMKG Kota Samarinda, Riza Arian Noor pada kesempatan yang sama menjelaskan ada beberapa kriteria untuk menentukan pantauan hilal tersebut.

Menurutnya berdasarkan hasil pengamatan dari BMKG Kota Samarinda,  hilal diperkirakan terlihat pada pukul 18.17 WITA saat matahari benar-benar terbenam.

Baca juga: Jelang Idul Adha, Harga Bawang Merah Tembus Rp 38 Ribu/Kg dan Cabai Rp 80 Ribu/Kg di Tarakan

"Berdasarkan pantauan dari BMKG, hilal dapat terlihat saat berada pada ketinggian di atas 2 derajat dan umur bulan lebih dari 8 jam, sedangkan durasi kita dapat melihat pengamatan kemunculan hilal selama 17 menit," ujar Riza.

Pemantauan hilal mulai dilaksanakan pukul 17.00 WITA yang dilakukan oleh peserta rukyat yang hadir dari Kanwil Kemenag Kaltim, BMKG Samarinda dan perwakilan dari IAIN Samarinda.

Masrawan juga menyampaikan kepada seluruh warga masyarakat untuk dapat menerima segala hasil keputusan sidang isbat oleh pemerintah pusat.

Tak ketinggalan Ia berpesan kepada warga Kaltim agar dapat melakukam ibadah Idul Adha dengan penerapan protokol kesehatan di tengah pandemi Covid 19 yang mengalami peningkatan. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved