Idul Adha
Hanya Satu Kali Setahun, Ketua MUI Bontang Berharap Sholat Idul Adha Bisa Digelar di Masjid
Tingginya angka covid-19 yang terjadi belakangan ini mengharuskan Pemkot Bontang kembali menarik rem darurat Covid-19.
Penulis: Ismail Usman | Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Tingginya angka covid-19 yang terjadi belakangan ini mengharuskan Pemkot Bontang kembali menarik rem darurat Covid-19.
Pemkot Bontang pun mulai hari ini Senin 12 hingga 20 Juli nanti, resmi memberlakukan PPKM Darurat.
Pemberlakukan PPKM Darurat ini menerbitkan 11 aturan yang tertuang dalam SE Walikota.
Salah satunya meniadakan kegaiatan keagamaan sementara di rumah ibadah, yang dianggap mengundang banyak jamaah.
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bontang, Imam Hambali pun tak menyoalkan jika meniadakan sementara aktivitas keagamaan di tempat ibadah.
Baca juga: UNIK! INI 40 Twibbon Idul Adha 2021, Gambar dan Ucapan Selamat yang Cocok Dibagi di WA FB IG Twitter
Hanya saja, khusus untuk shalat Idul Adha nanti, dirinya berharap Pemkot Bontang mengizinkan untuk dilaksanakan di masjid.
Sebab kegiatan ini hanya sekali dalam satu tahun. Namun dengan komitmen, jamaah wajib mematuhi prokes saat pelaksanaan sholat.
"Ini setahun sekali. Jadi tidak apa-apa. Yang penting itukan jamaah tetap prokes, dengan menggunakan masker dan jaga jarak," bebernya, Senin (12/7/2021).
Kalaupun aturan ini memang sudah tak bisa ditawar. Paling tidak, masjid yang lokasinya strategis dan berpotensi mengundang massa saja yang dilarang.
Namun untuk mesjid seperti yang di dalam gang atau yang berada di wilayah terisolir tak perlu dilarang. Sebab kemungkinan hanya warga disekitar saja yang menjalani sholat Idul Adha berjamaah.
"Kalau pun karena darurat. Paling enggak yang masjid di dalam gang itu tidak perlu dilarang," pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/sholat-isya-di-samarinda.jpg)