Breaking News:

Berita DPRD Kalimantan Timur

Hilangkan Paradigma Kesenjangan Antardaerah, Kemudahan Akses Informasi Berhak Didapatkan Masyarakat

Akses informasi berhak didapatkan seluruh masyarakat, baik di kota maupun desa, bahkan daerah yang tertinggal.

Editor: Diah Anggraeni
HO/Humas DPRD Kaltim
Wakil Ketua Komisi I DPRD Kaltim Yusuf Mustafa. Dikatakannya bahwa akses informasi berhak didapatkan seluruh masyarakat baik di kota maupun desa, bahkan daerah yang tertinggal. 

TRIBUNKALTIM.CO - Akses informasi berhak didapatkan seluruh masyarakat, baik di kota maupun desa, bahkan daerah yang tertinggal.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Komisi I DPRD Kaltim, Yusuf Mustafa.

Hal itu sejalan dengan tugas pemerintah baik provinsi maupun kabupaten dan kota sebagai salah satu bentuk pelayanan publik bagi masyarakat.

Baca juga: Proses Mendapatkan Izin dari Kemenristekdikti, Komisi IV Dukung Rintisan ISBI Kaltim

Selaku pengontrol kebijakan, kata dia, DPRD tentu akan terus memantau perkembangan informasi tersebut.

Apalagi yang sifatnya sangat penting seperti sosialisasi mengenai peraturan.

Karena kebutuhan akan informasi sangat penting, terutama yang berhubungan sosialisasi peraturan yang telah dibuat.

"Masyarakat Kaltim secara keseluruhan dapat mengetahui jika ada peraturan yang telah disahkan, terutama yang berhubungan dengan kondisi sosial. Misalkan seperti perda pajak, bantuan hukum dan lainnya. Masyarakat wajib mengetahui informasi tersebut karena berhubungan dengan kehidupan sehari-hari," ucapnya.

Politikus Partai Golkar tersebut juga menilai, masih ada beberapa kekurangan yang dialami pemerintah dalam penyebaran informasi, terutama kurang optimalnya pemanfaatan teknologi.

Sehingga masyarakat kurang mengetahui perkembangannya, apalagi yang berhubungan dengan pembangunan daerah.

Baca juga: BEM FEB Unmul Sambangi Komisi IV, Bahas Kesejahteraan Masyarakat di Tengah Pandemi Covid-19

Selanjutnya, ia mengatakan, akses informasi juga sangat membantu masyarakat dalam memperlancar berputarnya roda ekonomi, misalnya informasi harga bahan pokok makanan serta informasi-informasi yang sifatnya pemberitahuan publik seperti perencanaan pembangunan dan informasi mengenai sektor jaminan kesehatan.

"Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi telah mengamanatkan masyarakat berhak memperoleh informasi secara transparan serta menjamin masyarakat dapat secara bebas mengakses informasi publik yang diinginkan. Namun, undang-undang tersebut juga mengatur informasi publik yang dapat diakses dan yang tidak dapat diakses oleh masyarakat secara bebas," jelas Yusuf, sapaan akrab Yusuf Mustafa.

Diharapkan, ke depannya akan terciptanya satu proses yang dapat menghilangkan paradigma kesenjangan antarkota dan desa mengenai keterbukaan informasi.

Tujuannya agar masyarakat tidak tertinggal mendapatkan informasi yang aktual serta menjamin kualitas sember daya manusia secara menyeluruh. (adv)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved