Breaking News:

Berita Bulungan Terkini

Bupati Bulungan Ingin Batasi Penumpang Speedboat hingga 50%, Gapasdap Sebut Belum Ada Kesepakatan

Guna mengurangi mobilitas masyarakat di masa Pengetatan PPKM Mikro, Bupati Bulungan Syarwani menginginkan kapasitas penumpang speedboat antarkabupaten

Penulis: Maulana Ilhami Fawdi | Editor: Rahmad Taufiq
TRIBUNKALTARA.COM/MAULANA ILHAMI FAWDI
Penumpang speedboat rute Tanjung Selor Tarakan saat hendak menaiki SB Kalimantan dari Pelabuhan Kayan II. Bupati Bulungan Syarwani menginginkan kapasitas penumpang speedboat antarkabupaten kota dibatasi maksimal 50 persen. TRIBUNKALTARA.COM/MAULANA ILHAMI FAWDI 

TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR - Guna mengurangi mobilitas masyarakat di masa Pengetatan PPKM Mikro, Bupati Bulungan Syarwani menginginkan kapasitas penumpang speedboat antarkabupaten kota dibatasi maksimal 50 persen.

Menurut Syarwani, pihaknya telah menyampaikan kepada Dishub Bulungan, agar memulai komunikasi dengan pengelola speedboat.

"Saya sudah sampaikan kepada Dishub, untuk komunikasi ke pengelola speedboat," ujar Syarwani, Selasa (13/7/2021).

Kendati demikian, Bupati Syarwani mengakui bila kebijakan pembatasan penumpang speedboat, juga harus mengikutsertakan Dishub Provinsi Kaltara.

Lantaran speedboat yang kini beroperasi di Pelabuhan Kayan II adalah antarkota dan kabupaten di Kaltara.

Baca juga: Bulungan Pengetatan PPKM Mikro, Hari Pertama Sekolah Masih Daring

"Tetapi karena ini berhubungan juga dengan kabupaten/kota lainnya maka regulasinya ke Dishub Kaltara," tuturnya.

Sementara itu Sekretaris DPC, Gabungan Pengusaha Nasional dan Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan atau Gapasdap, Bulungan Bayu mengatakan, pihaknya telah menerapkan pembatasan penumpang sejak Pandemi Covid-19 berlangsung di Kaltara.

Meskipun pembatasan penumpang tidak sampai 50 persen, pihaknya telah menjalankan aturan pembatasan penumpang maksimal sebanyak 70 hingga 80 persen.

"Kita dari Gapasdap sudah berkoordinasi dengan Pemerintah di Dishub Provinsi, dan kami dari awal pandemi sudah menerapkan sistem pembatasan penumpang itu 70-80 persen," ujar Sekretaris DPC Gapasdap Bulungan, Bayu.

"Dan sistem pengoperasian speedboat yang biasanya 1 hari 24 kali, sekarang keberangkatan dikurangi 50 persen," tambahnya.

Pihaknya mengaku akan mengikuti aturan pemerintah, sepanjang hal tersebut tidak merugikan pengelola speedboat.

Baca juga: Kasus Covid-19 di Bulungan Kembali Meningkat, Bupati Syarwani Minta Perketat Posko di Desa

"Selama belum terlalu merugikan, dari pihak pengusaha speedboat kita setuju saja, apalagi ini Covid-19 ini bersifat nasional. Dan kami sifatnya mendukung program pemerintah dalam mencegah penyebaran Covid-19," ucapnya.

Kendati nantinya mendukung kebijakan pemerintah, Bayu menerangkan hingga saat ini belum ada kesepakatan yang terjalin antara pihaknya dengan pemerintah.

"Belum ada, kita masih mengacu ke surat edaran yang diberikan di awal pandemi kemarin," tuturnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved