Breaking News:

Berita Nasional Terkini

Mensos Risma Didesak Minta Maaf oleh Komnas HAM, Sebut Papua Bukan Tempat Pembuangan dan Penghukuman

Mensos Risma didesak minta maaf oleh Komnas HAM, sebut Papua bukan tempat pembuangan dan penghukuman.

Editor: Muhammad Fachri Ramadhani
(Surya/Ahmad Zaimul Haq)
Walikota Surabaya, Tri Rismaharini yang sedang berulang tahun ke-59 di rumah dinas, di Kota Surabaya, Jawa Timur, Jumat (20/11/2020). Mensos Risma didesak minta maaf oleh Komnas HAM, sebut Papua bukan tempat pembuangan dan penghukuman. 

TRIBUNKALTIM.CO - Menteri sosial Tri Rismaharini alias Risma didesak minta maaf oleh Komnas HAM.

Desakan itu buntut dari polemik pernyataan Risma saat menyambangi Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Wyata Guna Bandung, Selasa (13/7/2021).

Dalam lontaran Risma terdapat ungkapan ancaman pemindahan kepada ASN yang bekerja tak sesuai fungsinya ke Papua.

Tak berselang pernyataan itu mengemuka di piblik, banyak pihak yang mengkritisi lontaran kata Risma tersebut.

Sebagian menyebut Risma tak seharusnya mengungkapkan pernyataan itu, lantaran mengandung rasisme.

Ancaman Risma itu seakan memojokkan tanah Papua seolah menjadi tempat hukuman bagi para ASN yang tak becus kerja.

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia ( Komnas HAM) turut merespon polemik tersebut.

Pihak Komnas HAM meminta agar Risma meminta maaf kepada masyarakat Papua.

Mereka menyebut Papua bukan tanah kosong atau tempat pembuangan apalaghi penghukuman bagi ASN yang dianggap tak bekerja dengan benar.

Informasi seelngkapnya ada dalam artikel ini.

Baca juga: Buntut Amarah Risma Ancam Kirim ASN Bandung tak Becus Kerja ke Papua, Fadli Zon & Demokrat Bereaksi

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved