Mata Najwa
Pantaskah Masjid Ditutup saat PPKM Darurat? Ustadz Das'ad Latif Buka-bukaan di Mata Najwa Malam Ini
Pantaskah masjid ditutup saat PPKM Darurat? Ustadz Das'ad Latif akan memberikan pandangannya di acara Mata Najwa malam ini, Rabu (14/7/2021).
TRIBUNKALTIM.CO - Pantaskah masjid ditutup saat PPKM Darurat? Ustadz Das'ad Latif akan memberikan pandangannya di acara Mata Najwa malam ini, Rabu (14/7/2021).
Untuk diketahui, acara Mata Najwa malam ini akan tayang mulai pukul 20.00 WIB yang disiarkan di Trans 7.
Pada edisi kali ini, Mata Najwa mengangkat tema "Dilema Negeri +62".
Salah satu yang dibahas adalah soal penutupan tempat ibadah di masa Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.
Terkait hal ini, Mata Najwa akan mewawancarai Ustadz Dasad Latif.
Baca juga: LIVE TRANS 7 Mata Najwa Malam Ini: Dilema Negeri +62, Apa Kata Ustadz Dasad Latif?
Ustadz kondang asal Makassar itu sempat viral lantaran video ceramahnya yang membahas soal penutupan masjid di masa PPKM Darurat.
Video Ustadz Dasad Latif bahkan sampai diposting ulang oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
Apa isinya?
Pada video tersebut, Dasad Latif menjawab pertanyaan yang sering ditujukan kepadanya, yakni kenapa masjid ditutup, sedangkan pasar boleh tetap buka?
Ustadz Dasad Latif lantas menjawab, semua fungsi-fungsi masjid prinsipnya boleh dipindahkan ke rumah.
Baca juga: 20 Menit Menentukan, Dasad Latif Nyaris Jadi Korban Gempa, Selamat Seusai Singgah ke Rumah Orangtua
Fungsi-fungsi yang dimaksud seperti shalat berjamaah, zikir, mengaji, dan berdoa.
Pendapat Ustadz Dasad Latif ini juga mengacu pada Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Menurutnya, MUI adalah kumpulan orang-orang hebat yang keilmuannya tidak diragukan lagi. Terlebih dalam memutuskan suatu perkara, MUI sudah melalui pengkajian yang matang.
Di sisi lain, pendakwah yang juga dosen di beberapa perguruan tinggi di Makassar itu mengatakan, fungsi-fungsi pasar tidak bisa dipindahkan ke rumah.
Sebab, manakala warga kehabisan bahan pokok, mau tidak mau mereka harus membelinya di pasar.
Tonton penjelasan lengkap Ustadz Dasad Latif di acara Mata Najwa malam ini melalui link berikut.
Diapresiasi Dua Gubernur
Video ceramah Ustadz Dasad Latif soal penutupan masjid mendapat apresiasi dari dua gubernur, yakni Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
Menurut Anies Baswedan, ceramah Ustadz Dasad Latif merupakan pesan penting yang perlu direnungkan bersama.
Ia juga mengunggah penggalan video ceramah Ustadz Dasad Latif di akun Instagram pribadinya.
"Sebuah pesan penting untuk kita renungkan sama-sama. Renungan dari seorang ustad yang cerdas dan selalu mampu melihat masalah dari sudut pandang yang baru," tulis Anies dalam akun Instagram pibadinya, Jumat (9/7/2021).
Baca juga: Kronologi Ustadz Dasad Latif Ditetapkan jadi OTG Virus Corona, UAS Sebut Lebih Parah dari Lockdown
Hal yang sama juga dilakukan Ganjar Pranowo.
Ia menggunggah video penggalan ceramah dari Ustadz Dasad Latif yang memberikan pencerahan mengapa masjid ditutup dan pasar dibuka di masa PPKM Darurat.
Menurut Ganjar, ceramah tersebut sangat berguna agar masyarakat tidak tersesat di tengah banyaknya informasi yang tidak benar alias hoaks.
"Mari kita dengarkan ceramah ustad @dasadlatif1212. Saya doakan panjenengan sehat dan selalu bersemangat dalam menjalani kegiatan sehari-hari. Jangan lupa bahagia ya?!" tulis Ganjar di akun Instagramnya.
Adapun dalam penggalan video, Ustadz Dasad Latif menjelaskan semua fungsi-fungsi masjid boleh dipindahkan dan dilaksanakan di rumah.
Maksudnya yakni salat berjamaah, berdoa, mengaji, zikir boleh dilaksanakan di rumah.
Tetapi fungsi-fungsi pasar tidak bisa dipindahkan ke rumah.
"Mau beli beras, tidak ada beras, apa beli di rumah sendiri. Kalau penjual beras tidak masalah, tapi orang lain? Kalau tutup semua dimana kita mau beli. Dan tidak semua pasar dibuka hanya pasar tertentu," ujar Ustadz Dasad dalam ceramahnya.
Pernah Bubarkan Pengajian
Ustadz Dasad Latif pernah membubarkan pengajian di Tanah Grogot, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur.
Video detik-detik Ustadz Dasad Latif bubarkan jemaah tersebut diposting akun Instagram @marwankiwongpaser pada Selasa 17 November 2020.
Seketika video tersebut viral dan direpost akun-akun lain.
Pada video viral berdurasi 1 menit 52 detik itu, tampak Ustadz Dasad Latif meminta ribuan jemaahnya untuk pulang ke rumah masing-masing.
Ustadz kondang asal Makassar itu juga meminta maaf lantaran tak bisa melanjutkan ceramah mengingat bahaya wabah Virus Corona atau covid-19.
"Memang ini kita mau dengar ceramah, tapi kalau na kena ki wabah lebih bahaya," teriak Ustadz Dasad Latif.
Baca juga: NEWS VIDEO Detik-detik Ustadz Dasad Latif Bubarkan Jemaah di Tanah Grogot Kalimantan Timur
Selanjutnya, Ustadz Das'ad mengajak para jemaah melantunkan shalawat sembari meninggalkan tempat.
"Sholatullah sholamullah ala thoha rosulillah..
Ayo sambil berdiri tinggalkan tempat, jangan ada jabat tangan.
Bismillah kita tinggalkan tempat.
Mohon maaf sebesar-besarnya, ini tidak enak tapi harus kita lakukan untuk kemaslahatan kita semua.
Ayo pulang masing-masing, mohon maaf," kata Ustadz Dasad Latif.
Diketahui, Ustadz Dasad Latif memenuhi undangan dakwah di Tanah Grogot, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur.
Hal itu terungkap dalam video sebelumnya, saat dirinya tengah dalam perjalanan menuju Tanah Grogot.
Pada unggahan akun resmi Instagramnya, Ustadz Das'ad juga sempat mampir di rumah makan Pelangi, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).
Pernah Menyandang Status OTG
Ustadz Dasad Latif pernah menyandang status Orang Tanpa Gejala ( OTG) Virus Corona atau Covid-19.
Hal itu terungkap melalui obrolannya secara live dengan Ustadz Abdul Somad atau yang akrab disapa UAS pada April 2020.
Akibatnya, Ustadz Dasad Latif harus mengisolasi diri di rumah sendirian, setelah melakukan kontak dengan pasien positif covid-19.
Ustadz Dasad Latif bahkan mengaku sempat menjalani rapid test.
Dalam obrolan tersebut, awalnya Ustadz Abdul Somad bertanya kepada Ustadz Dasad tentang bagaimana kabarnya.
Selama di rumah, diceritakan Ustadz Dasad Latif, dia hanya sendiri.
Sebab ia sudah mengungsikan anak dan istrinya ke kampung demi menghindari hal yang tidak diinginkan.
"Di rumah ini di ruang favorit saya di perpustakaan, sendiri ustadz di rumah," kata Ustadz Das'ad Latif kepada Ustadz Abdul Somad.
"Tidak ada anak. Tidak ada istri. Semua sudah saya kirim ke kampung. Isolasi," ujarnya.
"Itu lebih parah dari lockdown," ujar Ustadz Abdul Somad.
"Ya apa boleh buat. Ini berat, tapi harus dilalui. Sebab kalau terpapar virus lebih parah lagi," ujarnya.
"Apa sebabnya, kenapa tidak dengan keluarga," tanya Ustadz Abdul Somad.
"Sebab waktu itu ustadz, sebelum saya ketemu dengan orang yang kontak fisik. Kontak dalam arti wawancara orang yang dinyatakan positif guru saya Prof Dr Idrus Paturusi, saya wawacara. Nah sebelum wawancara itu istri saya dan anak sudah ke kampung. Nah ternyata karena saya OTG, saya tidak boleh ke kampung," ujarnya.
Baca juga: Ustadz Abdul Somad Tak Kuasa Menahan Tawa saat Ustadz Dasad Latif Salah Klaim Lagu Rhoma Irama
Ustadz Dasad Latif lantas mengatakan kalau dirinya sudah mengikuti rapid tes dan hasilnya negatif.
Namun, ia harus menjalani masa isolasi mandiri sendirian di rumah, sebelum nanti akan menjalani pemeriksaan tes kembali untuk memastikan dirinya benar-benar bersih.
"Alhadmdulillah saya sudah tes dan menjalani masa isolasi lebih dari 14 hari. Hari ini hari ke-19. Rapid tes negatif. Tapi saya harus ulang lagi," imbuhnya.
"Jadi kapan ustadz baru benar-benar steril. Benar-benar negatif," tanya UAS.
"Sebenarnya rapid tes itu sudah negatif. Tapi untuk meyakinkan betul-betul maka saya harus tetap di rumah sendiri. Tidak boleh ke mana-mana, lalu hari jumat tes lagi Saya dikasih tahu oleh dokter, kalau tetap hasilnya negatif, alhamdulillah ustadz betul-betul bersih dari virus dan sudah terbentuk immunitas dalam tubuh yang baik," terang Dasad Latif. (*)