Breaking News:

Virus Corona

Kemenkes RI Larang Masyarakat Gunakan Vaksin Covid-19 Dosis Pertama dan Kedua Berbeda Merek

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengimbau agar masyarakat tidak menggunakan vaksin Covid-19 dengan merek berbeda-beda

Editor: Christoper Desmawangga
TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO
Ilustrasi botol vaksin Covid-19 jenis AstraZeneca yang tiba di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Kemenkes RI larang masyarakat gunakan vaksin Covid-19 dosis pertama dan kedua derbeda merek 

TRIBUNKALTIM.CO - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengimbau agar masyarakat tidak menggunakan vaksin Covid-19 dengan merek berbeda-beda.

Penggunaan vaksin Covid-19 dosis pertama dan kedua haruslah sama mereknya, tidak boleh dengan merek yang berbeda-beda, hingga ada penelitian lebih lanjut.

Hal ini diungkapkan Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi.

Ia menjelaskan, hingga kini belum ada uji klinis yang menunjukkan keamanan maupun efektivitas vaksin saat digunakan dengan merek berbeda.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pun memberikan izin penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) hanya untuk penggunaan dua dosis vaksin yang sama, baik itu vaksin Sinovac, AstraZeneca, Moderna, Pfizer, maupun Sinopharm.

Baca juga: Ruang Perawatan Pasien Covid-19 Penuh, Kamar IGD RSUD AW Syahranie Samarinda Ditutup

"Sampai sekarang karena memang hasil dari uji klinis itu adalah dosis satu dan dosis dua menggunakan merek vaksin yang sama ya. Jadi tentunya penggunaan izin darurat itu dikeluarkan berdasarkan penilaian aspek keamanan," kata Siti Nadia, dalam talk show live Instagram Elshinta, Selasa (13/7/2021).

Siti Nadia kembali menekankan bahwa pemerintah masih tetap merujuk pada EUA yang dikeluarkan BPOM yang merekomendasikan penggunaan jenis dan merek vaksin yang sama untuk dosis pertama dan kedua.

Ini dilakukan berdasar pada kajian klinis serta pendekatan menggunakan kaidah keilmuan (scientific) yang ada.

"Jadi didasarkan dengan hasil-hasil kajian klinis maupun scientific yang ada, maka tentunya kita sampai saat ini masih merekomendasikan untuk pemberian dosis pertama dan dosis kedua, betul-betul dosis lengkap menggunakan jenis dan merek yang sama dari vaksin yang sama," jelas Siti Nadia.

Jika sejak diberikan suntikan dosis awal, masyarakat telah menerima vaksin Sinovac, maka ketentuan tersebut juga berlaku pada dosis kedua.

Baca juga: Terjadi Peningkatan Cukup Signifikan, Bupati Paser Instruksikan OPD Serius Tangani Covid-19

Halaman
1234
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved