Virus Corona
Epidemiologi Peringatkan Potensi Kenaikan Kasus Covid-19 di Luar Jawa dan Bali
Epidemiologi sekaligus Peneliti Pandemi dari Griffith University Australia Dr Dicky Budiman mmeperingatkan daerah lain di pulau Jawa dan Bali.
TRIBUNKALTIM.CO - Lonjakan kasus Covid-19 terjaDI dalam beberapa pekan terakhir.
Lonjakan ini terutama sekali terjadI di wilayah Pulau Jawa dan Bali.
Meski demikian Epidemiologi sekaligus Peneliti Pandemi dari Griffith University Australia Dr Dicky Budiman mmeperingatkan daerah lain di pulau Jawa dan Bali.
Karena bisa saja ada kemungkinan kenaikan kasus Virus Corona seperti terjadi di pulau Jawa dan Bali seperti sekarang.
Melansir dari Tribunnews.comdalam artikel berjudul Epidemiologi: Daerah Luar Jawa-Bali Waspada, Berpotensi Terjadi Kenaikan Kasus Covid-19 Dr Dicky Budiman menyebut, strategi yang baik dan kuat akan mampu menekan penyebaran Covid-19.
Terlebih, dengan pemberlakuan PPKM Darurat Jawa-Bali yang ketat serta testing Covid-19 yang dioptimalkan sebanyak 500 ribu per harinya.
Baca juga: Update Covid-19 di Kaltim, Pasien Sembuh Bertambah Menjadi 544 Orang
Namun, ia mengingatkan hal tersebut hanya akan menekan penularan Covid-19 di Pulau Jawa-Bali.
Sehingga, ia mengingatkan agar pulau lainnya untuk tetap waspada terhadap kemungkinan kenaikan kasus seperti di Jawa-Bali.
Hal itu disampaikan Dicky saat dialog bertajuk Pantaskah Vaksin Diperjualbelikan? yang disiarkan kanal YouTube Holipis Channel, Kamis (15/7/2021).
"Jadi setelah itu kita harus benar-benar (waspada, red). Jangan sampai Sumatera, Kalimantan menjadi penonton, enggak boleh. Karena mereka bisa giliran mereka, dan itu besar sekali potensinya," kata Dicky.
Pasalnya, Dicky menyebut, jika berbicara Indonesia artinya bicara negara Kepulauan yang sangat kompleks.
"Jadi sekali lagi tanpa dukungan semua pihak kita tidak bisa keluar dari situasi ini," harapnya.
Selain itu, Dicky mengatakan bahwa vaksin sangat penting. Meski, vaksin Sinovac dinilai kurang efikasi terhadap varian Delta.
Namun, tetap berguna dalam mengantisipasi hal terburuk.
"Karena bagaimana kalau mau dikasih booster, namanya bukan booster kalau belum pernah divaksin. Itu tetap efektif," jelasnya.
Gejala Terinfeksi Covid-19 Varian Delta, Awalnya Hanya Seperti Flu Biasa
Pada banyak kasus pasien yang terinfeksi Virus Corona varian delta mengalami gejala yang mirip flu biasa.
Namun lama kelamaan kondisi pasien bisa menjadi semakin parah
Simak gejala Covid-19 varian Delta, beserta gejala umum virus Corona sebagiaaan dilansir dari Tribunnews dalam artikel berjudul Kenali Gejala Covid-19 Varian Delta, Berikut Gejala Umum Virus Corona
Baru-baru ini, Covid-19 varian Delta telah menyebar ke beberapa wilayah di Indonesia.
Varian ini pertama kali diidentifikasi di India.
Diberitakan Tribunnews.com sebelumnya, varian Delta juga cenderung menginfeksi orang lebih muda yang belum divaksin.
Tim Spector, profesor epidemiologi genetik di King's College London dan seorang peneliti dengan studi ZOE mengatakan dalam briefing YouTube:
"Gejala nomor satu adalah sakit kepala, kemudian diikuti oleh sakit tenggorokan, pilek, dan demam," kata Spector.
Dia menjelaskan pada orang yang lebih muda, varian Delta lebih terasa seperti pilek.
Kemudian, hilangnya penciuman dan rasa tidak lagi sebagai gejala umum menurut penelitian, begitu pula dengan batuk.
Namun, demam masih mungkin terjadi.
Selanjutnya, ada kekhawatiran yang berkembang karena perubahan gejala dan kemiripan dengan flu biasa.
Adapun mengenai gejala virus Corona, seseorang akan mengalami demam dengan suhu tubuh tinggi, batuk hingga sesak napas.
Selanjutya, pada kasus-kasus tertentu, infeksi dapat menyebabkan pnemonia dan kesulitan bernapas.
Pada sebagian kecil kasus, infeksi virus Corona bisa berakibat fatal, sebagaimana dilansir covid19.go.id.
Kemudian, orang lanjut usia dan orang-orang dengan masalah kesehatan seperti tekanan darah tinggi, gangguan jantung atau diabetes kemungkinan mengalami sakit lebih serius.
Baca juga: WHO Tetapkan Ketentuan Baru Terkait Pasien yang Dinyatakan Sembuh Covid-19, Ini Kriterianya
Berikut ini gejala Covid-19 varian Delta dan gejala umum virus Corona:
Gejela Infeksi Varian Delta
Diketahui, infeksi virus corona varian delta ini pada dasarnya mirip infeksi virus asalnya yang dari Wuhan, China.
Namun, varian Delta membuat gejala tersebut menjadi terasa lebih parah dan sulit ditangani oleh tim medis.
Karenanya varian Delta ini berbahaya, sebagaimana yang dikutip dari health.grid.id.
Adapun gejala seseorang yang terpapar virus Covid-19 varian Delta, menurut Profesor kedokteran darurat dan kesehatan internasional di John Hopkins University Dr Bhakti Hansoti, yakni:
- Sakit perut
- Hilang selera makan
- Muntah
- Mual
- Nyeri sendi
- Gangguan pendengaran
Gejala Covid-19
Berikut ini gejala Covid-19, dikutip dari covid19.go.id:
Gejala paling umum:
- Demam
- Batuk
- Kelelahan
- Kehilangan kemampuan untuk merasa atau mencium bau (anosmia)
Gejala serius yang membutuhkan perawatan medis segera, yakni
- Napas pendek atau sulit bernapas
- Tidak dapat berbicara, kehilangan mobilitas atau merasa linglung
- Nyeri dada
*) Ini bukan daftar lengkap, namun gejala serius yang paling sering ditemukan.
Jika menunjukkan gejala ini, sebaiknya segera minta bantuan medis.
Gejala tidak terlalu umum:
- Sakit tenggorokan
- Sakit kepala
- Sakit dan nyeri
- Diare
- Ruam pada kulit atau perubahan warna pada jari tangan atau jari kaki
- Mata merah atau iritasi pada mata
Jika mengalami gejala Covid-19 lebih baik segera periksa ke petugas medis.
Baca juga: Berbahaya dan Mudah Menular, Kenali Gejala dan Ciri Covid-19 Varian Delta
Kemudian, Anda yang memiliki riwayat perjalanan dari negara terjangkit Covid-19 maupun terpapar pasien positif covid-19 juga sebaiknya lakukan pemeriksaan.
Orang yang terkena virus Corona akan menunjukkan gejala dalam 1-14 hari sejak terpapar virus.
Sebagian besar orang hanya akan mengalami gejala ringan, namun infeksi dapat menyebabkan pnemonia dan kesulitan bernapas pada kasus tertentu. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/ilustrasi-virus-corona-988282838.jpg)