Breaking News:

Berita Paser Terkini

Pembunuhan di Desa Jone Paser Dipicu Upah Kerja, Pelaku Merasa Pembagian Tidak Adil

Team Opsnal Satresktim Polres Paser membekuk pelaku R saat berada di stadion Batakan Balikpapan pada Kamis 15 Juli 2021.

Penulis: Syaifullah Ibrahim | Editor: Adhinata Kusuma
TRIBUNKALTIM/SYAIFULLAH IBRAHIM
AKP Dedik Santoso, Kasat Reskrim Polres Paser saat melakukan konferensi pers di Polres Paser terkait penangkapan pelaku pembunuhan di bangunan Tower Pemancar Radio, Desa Jone, Kecamatan Tanah Grogot, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur. Jumat (16/7/2021). 

TRIBUNKALTIM.CO, TANA PASER - Terduga pelaku pembunuhan di suatu bangunan Tower Pemancar radio Desa Jone, Kecamatan Tanah Grogot, berhasil dimankan oleh Team Opsnal Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Paser.

Diketahui, pelaku berinisial R (35) yang tidak lain merupakan rekan kerja korban Yuda (35).

Team Opsnal Satresktim Polres Paser membekuk pelaku R saat berada di stadion Batakan Balikpapan pada Kamis 15 Juli 2021.

"Pelaku diamankan di stadion Batakan Balikpapan, setelah sebelumnya dilakukan penyelidikan dan berkoordinasi dengan Intelmob Kompi 2 Yon C Pelopor dan Team Jatanras Polda Kaltim. Kami terlebih dulu mengamankan dan menginterogasi saksi UP sekira pukul 18:30 Wita di Kampung Timur," kata Kasat Reskrim Polres Paser, AKP Dedik Santoso, dalam Konferensi Persnya. Jumat (16/7/2021)

Saksi UP diketahui juga merupakan rekan kerja pelaku R (35) dan korban Yuda (35), di Desa Jone, Kecamatan Tanah Grogot, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur.

Sesudah diamankan, Team Gabungan membawa tersangka dan saksi ke Posko Jatanras Polda Kaltim untuk dilakukan introgasi kemudian dibawa ke Polres Paser untuk proses lebih lanjut.

Baca juga: Kronologi Penemuan Mayat di Tower Desa Jone Paser, Diduga Dibunuh oleh Teman Sendiri

Dedik mengatakan, peristiwa bermula saat tersangka R sedang bekerja buruh bangunan bersama saksi UP di Tower Station Radio Pemancar Desa Jone pada Senin, 12 Juli 2021, pada pukul 11:00 Wita.

Lalu korban Yuda datang dengan menggunakan sepeda motornya, dan meminta tersangka untuk mengambil uang di Anjungan Tunai Mandiri (ATM) sebesar Rp 500 ribu hasil dari ditransfer yang diterimanya.

Uang tersebut sebagai upah kerja, yang kemudian dibagi tiga oleh korban dengan nilai berpariasi.

"Jatah pembagian, korban Rp 200 ribu, UP Rp 150 ribu dan Tersangka sendiri juga Rp 150 ribu, setelah itu tersangka protes kenapa pembagiannya seperti itu," ucap Dedik.

Merasa pembagian upah tidak adil, pelaku kemudian melayangkan protes kepada korban, dan mempertanyakan hasil pembagian tersebut.

"Pelaku protes kenapa pembagiannya seperti itu, karena sebelum-sebelumnya si korban sudah sering mengambil jatah uang lebih banyak namun jarang bekerja dan tidak pernah membelikan sembako untuk kebutuhan sehari-hari," sambung Kasat Reskrim

Adu mulut antara korban dan tersangka akhirnya tak terhindarkan, namun tak lama kemudian korban kembali ke sepeda motor dengan posisi membelakangi tersangka.

Saat itu, tiba-tiba tersangka mengambil satu buah palu godam lalu mengayunkan ke arah korban.

Setelah roboh, korban kemudian diseret tersangka ke tempat bekerja di dalam tower station radio pemancar.

Di lokasi tersebut, tersangka kembali menganiaya korban sebanyak lebih dari 3 kali.

Ditambahkan Dodik, tersangka juga menganiaya menggunakan cangkul.

“Lalu tersangka mengubur dengan menggunakan material pasir," beber Dodik.

Usai melakukan aksinya, tersangka kemudian memanggil UP yang berada di sebuah rumah yang ditinggalinya saat bekerja.

Baca juga: Tekan Penyebaran Covid-19, Wabup Paser Terus Mengimbau Masyarakat Patuhi Prokes

Lalu keduanya pergi menggunakan sepeda motor milik korban untuk mengambil uang di ATM di seputaran jalan Noto Sunardi, Kecamatan Tanah Grogot.

Setelah mengambil uang sebesar Rp. 400.000, pelaku dan saksi hendak menuju kearah Balikpapan.

"Karena tidak tahu jalan sehingga saat itu pelaku parkir di halaman teras rumah orang yang tidak dikenalnya, kemudian tersangka bersama saksi naik ojek menuju terminal Tanah Grogot dan selanjutnya menuju kota Balikpapan," jelasnya.

Kini pelaku R (35) diamankan di Polres Paser, dengan barang bukti yang ditemukan di TKP berupa 1 buah Cangkul, 1 buah Palu Godam, 1 buah Handphone dan 1 unit sebuah sepeda motor milik korban.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 338 KUH Pidana atau pasal 351 ayat (3) KUH Pidana atau 365 KUH Pidana, dengan kurungan paling lama 15 tahun penjara. (*)

Berita tentang Paser

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved