Breaking News:

Berita Kaltim Terkini

Luky Sering Turun Langsung Catat Progres Atlet di Puslatda Kaltim, Berikut Tugas Konsultan Fisik

Pada Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) PON Papua, KONI Kaltim melibatkan juga konsultan fisik. Tujuannya memantau dan mengevaluasi fisik atlet.

Penulis: Muhammad Riduan | Editor: Mathias Masan Ola
HO/DOK PRIBADI
Luky Afari Konsultan Fisik di Puslatda KONI Kaltim. Kesiapan fisik atlet beladiri mendekati 80 persen. (HO/Dok Pribadi). 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Pada Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) PON Papua, KONI Kaltim melibatkan juga konsultan fisik. Tujuannya memantau dan mengevaluasi fisik atlet.

Konsultan fisik tersebut bertugas untuk memantau serta mengevaluasi seluruh atlet Kaltim yang tergabung dalam Puslatda yang dibuka sejak 8 Juli 2021 tersebut.

Luky Afari, salah satu konsultan yang ditunjuk menjadi konsultan fisik.

Ia menuturkan terkait persiapan atlet sebelum Covid-19. yakni pada tahun 2020 awal, latihan normal hanya berlangsung tiga bulan saja.

Pandemi Covid-19, berimbas kepada menurunnya segala bentuk aktivitas termasuk program latihan para atlet Kaltim.

Baca juga: KONI Kaltim Jamin Kesehatan Atlet di Puslatda, Medis Dinkes Samarinda Dilibatkan

"Sekarang ini saya bersama Pak Dikdik Zafar Sidik, membuat sistem yang bertujuan minimal bisa mempertahankan kondisi atlet Kaltim, dan semoga bisa meningkatkannya," ujarnya Sabtu (17/7/2021).

Luky mengungkapkan secara umum, kondisi fisik para atlet cukup baik, terutama cabang olahraga (Cabor) beladiri, kesiapan fisiknya rata-rata sudah mendekati 80 persen.

Dia juga menggelar latihan bersama dengan pelatih Cabor, guna memberikan arahan bagaimana memanfaatkan waktu sebaik mungkin agar para atlet siap bertanding, walau dengan sisa waktu yang singkat.

Selain menerima laporan dari para pelatih terkait kondisi para atlet, dia acap kali turun langsung memantau dan mencatat progres dari para atlet.

Baca juga: KONI Kaltim Prediksi Nama-nama Cabang Olahraga yang akan Raih Medali Emas di PON Papua 2021

Ia menambahkan, bahwa program fisik juga menyesuaikan dengan masing-masing Cabor. Umpama beladiri dituntut untuk kemampuan fisik secara keseluruhan.

"Lalu contohnya panahan, latihannya kita fokuskan pada kebugaran. Dalam satu pertandingan, pemanah melesatkan sebanyak 216 anak panah, dengan beban satu kali tarikan busur itu 30 kg.  Sehingga kalau kondisinya atlet tidak bugar apa mungkin bisa perform?," imbuhnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved