Breaking News:

Virus Corona di Balikpapan

Serangan Covid-19 Gelombang Ketiga, 3.000 Orang di Balikpapan Jalani Isolasi Mandiri

Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Balikpapan, Andi Sri Juliarty membeberkan kondisi terkini Kota Balikpapan.

TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO
Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Balikpapan, Andi Sri Juliarty. Ia memaparkan kondisi terkini Kota Balikpapan di tengah serangan gelombang ketiga Covid-19 TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Balikpapan, Andi Sri Juliarty membeberkan kondisi terkini Kota Balikpapan.

Ia mengatakan, kondisi Kota Balikpapan saat ini tengah diserang gelombang ketiga Covid-19.

Bahkan saat ini Balikpapan berstatus zona merah.

Hal tersebut disampaikannya dalam webinar series bersama RSUD Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan dengan tema 'Isolasi Mandiri VS Covid-19'.

"Balikpapan menjadi daerah berisiko tinggi penyebaran Covid-19. Kasus aktif saat ini ada 4.700-an, tiga ribunya isolasi mandiri," ujarnya, Sabtu (17/7/2021).

Baca juga: Balikpapan Zona Merah, Satgas Catat Ratusan Kasus Positif Covid-19 Setiap Hari

Untuk itu, kebijakan isolasi mandiri menjadi salah satu langkah penanganan yang sesuai dengan surat edaran Kementerian Kesehatan.

Di Balikpapan, isolasi mandiri bagi pasien Covid-19 bisa dilakukan di rumah (apabila kondisi rumah layak dan memungkinkan), kemudian di tempat atau mess yang telah disediakan perusahaan, di rumah karantina PPKM Mikro, serta pusat isolasi sentralistik yang telah disiapkan pemerintah kota.

Ia menjelaskan, ada lima faktor yang perlu diperhatikan mengapa wajib dilakukannya isolasi mandiri, yakni apabila seseorang memiliki gejala, terkonfirmasi Covid-19, tinggal bersama orang yang bergejala atau terkonfirmasi positif, bagian dalam kontak erat yang wajib melakukan lima hari karantina kemudian dilakukannya tes, serta ketika seseorang baru pulang berpergian dari luar daerah.

Ia mengimbau apabila kondisi badan tidak sehat, maka sebaiknya tetap di rumah meskipun belum dilakukan pemeriksaan.

Sebab, sebelum dilakukannya pemeriksaan, maka risiko seseorang untuk menularkan Covid-19 masih besar sehingga diperlukannya kejujuran masyarakat, kemudian melakukan tes kesehatan untuk menegakkan diagnosa.

Baca juga: RSUD Beriman Khusus Pasien Covid-19, Satgas Bersurat ke RS di Balikpapan

"Apabila tidak sehat diimbau tetap di rumah. Jangan datang ke tempat kerumunan. Jangan datang juga ke tempat vaksinasi apabila tidak sehat," ucapnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved