Breaking News:

Virus Corona di Samarinda

BINDA Kaltim Gelar Vaksinasi Door to Door pada 2 Tempat di Samarinda, Andi Harun Beri Apresiasi

Vaksinasi door to door diselenggarakan Badan Intelejen Negara daerah Kalimantan Timur (BINDA Kaltim) serentak pada dua tempat berbeda di Kota Samarind

Penulis: Mohammad Fairoussaniy | Editor: Rahmad Taufiq
TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD FAIROUSSANIY
Kepala BINDA Kaltim Brigjen TNI Danni Koswara (kanan), Walikota Samarinda Andi Harun (tengah) dan Kapolresta Samarinda Kombes Pol Arif Budiman (kiri) melihat langsung vaksinasi door to door, Minggu (18/7/2021). TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD FAIROUSSANIY 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Vaksinasi door to door diselenggarakan Badan Intelejen Negara daerah Kalimantan Timur (BINDA Kaltim) serentak pada dua tempat berbeda di Kota Samarinda, Kalimantan Timur.

Penyelenggaraan ini juga dihadiri Walikota Samarinda, Kapolresta Samarinda dan jajaran BINDA Kaltim.

Ka.BINDA Kaltim Brigjen TNI Danni Koswara menyampaikan sasaran untuk melaksanakan vaksinasi door to door ada dua tempat, yakni di Kelurahan Karang Anyar dan Sambutan yang seluruhnya 500 dosis vaksin.

"Kita ke masyarakat kurang mampu, berbarengan sedikit bingkisan, sembako kita berikan ke masyarakat," ujarnya, Minggu (18/7/2021).

Dia menambahkan upaya vaksinasi secara door to door ini dinilai efektif menyasar masyarakat agar lebih mudah mendapatkan vaksin.

Baca juga: Walikota Andi Harun Pantau Vaksinasi bagi Pegawai Lembaga Jasa Keuangan di Samarinda

"Lebih efektif,  jadi ada alasan, masyarakat ada juga yang apatis tidak mau keluar rumah, mereka-mereka yang terkendala angkutan dan mobilitas kami fasilitasi," tutur Brigjen TNI Danni Koswara.

Sementara Walikota Samarinda Andi Harun mengatakan, hal ini juga sejalan dengan proses vaksinasi yang sudah dilakukan Pemerintah Kota Samarinda.

"Vaksinasi terpusat di kota, kecamatan dan kelurahan. Kini mulai melakukan door to door, hal ini sangat luar biasa," ucap Andi Harun.

Percepatan vaksinasi tentu perlu dukungan semua lapisan masyarakat, tidak hanya TNi-Polri dan pemerintah setempat.

Secara paralel vaksinasi massal akan menimbulkan herd immunity.

Meski Kota Samarinda tidak melaksanakan PPKM Darurat, namun sebagai daerah posisi sentral dan perlintasan, pengimbangan harus terus dilakukan.

Baca juga: Sejak Pandemi Covid-19, Pelayanan SIM di Polresta Samarinda Dibatasi untuk Cegah Penumpukan

"Kalau dilaksanakan cepat, terbentuk itu (herd immunity). Samarinda sebagai ibu kota tentu butuh penanggulangan berlipat karena beberapa daerah sekitar melaksanakan PPKM Darurat," jelasnya.

Di samping itu ada dua hal penanggulangan yang harus terus dilakukan masyarakat, yakni pengetatan protokol kesehatan (prokes) dan hindari mobilitas.

"Mari kita semua terlibat dan bersinergi. Gotong royong, tidak hanya TNI-Polri, masyarakat juga harus ikut terlibat. Khusus hari ini saya sampaikan terima kasih ke BINDA Kaltim untuk melakukan vaksin ke masyarakat dan penghargaan spesialnya," tutur Andi Harun. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved