Breaking News:

Berita Balikpapan Terkini

Hindari Pola Kaku, Tips Geluti Bisnis Kuliner dari Pemilik Seliny Cake and Bakery

Bisnis Seliny Cake and Bakery tak luput dari imbas pandemi covid-19. Jika di tahun sebelumnya pandemi Nirra Wang, owner Seliny Cake and Bakery menga

Penulis: Bella Evanglista | Editor: Rahmad Taufiq
HO/TRIBUNKALTIM.CO
Dua produk unggulan dari Seliny Cake and Bakery. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Bisnis Seliny Cake and Bakery tak luput dari imbas pandemi covid-19.

Jika di tahun sebelumnya pandemi Nirra Wang, owner Seliny Cake and Bakery mengaku mampu mendapat pesanan hingga 2.000 buns, di awal pandemi penjualannya merosot hingga 300 buns saja.

"Tahun pertama pandemi, penjualan kami benar-benar terpukul. Hal ini mengingat beberapa kali kita pernah menerapkan PSBB dan PPKM yang membuat banyak rumah makan harus berjualan secara online. Akibatnya hampir seluruh pelanggan kami mengurangi jumlah pemesanan mereka," jelasnya.

Selain itu, Nirra mengatakan jika sistem belajar dari rumah juga turut menjadi alasan utama merosotnya penjualan Seliny Cake and Bakery.

"Karena kebetulan pelanggan kami banyak berjualan di sekolah. Dengan ditutupnya sekolah, tentu konsumen yang datang dari pelajar pun tidak ada lagi," ujar Nirra.

Baca juga: Cara Pemilik Seliny Cake and Bakery Bertahan di Tengah Pandemi, Andalkan Keberanian dan Strategi

Tak hilang akal, Nirra pun memutar otak untuk mempertahankan bisnis yang telah ia bangun selama 6 tahun tersebut.

Belajar dari pengalaman pandemi di tahun pertama itu, Nirra pun mengubah strategi bisnisnya.

"Jadi waktu itu saya mencoba untuk melakukan medium up atau meningkatkan kualitas buns saya dengan bahan-bahan premium. Jika sebelumnya saya menjual buns seharga 2.000 rupiah per buns, dengan pola baru ini saya berani menjual dengan harga 3.000 sampai dengan 4000 rupiah," ungkapnya.

Strategi tersebut ternyata berhasil.

Meskipun tidak meningkatkan jumlah penjualan, setidaknya Nirra mampu meningkatkan pendapatannya untuk menutup biaya operasional.

"Selama saya bergelut di bidang bakery, saya selalu membiasakan diri untuk merubah pola strategi mengikuti kondisi yang ada saat ini. Menurut saya, penting sekali seorang pebisnis untuk peka dengan kondisi dan situasi yang ada.

Karena dengan begitu setidaknya kita bisa meminimalisir risiko yang kemungkinan berbahaya bagi bisnis kita," jelas Nirra.

Baca juga: Tak Perlu Jauh ke Belanda, Nikmati Sensasi Lumer Kue Kelapa di Rumah Klappertaart Belanda Meymey

Selain itu, Nirra mengatakan jika dirinya selalu berinovasi dan mengembangkan menu-menu yang ia jual paling tidak sebulan sekali.

"Karena jika tidak, tentu pelanggan juga akan mudah bosan. Menurut saya pribadi, di bidang kuliner usahakan jangan sampai menerapkan strategi yang kaku. Karena makanan itu sama halnya dengan tren atau budaya, bisa berubah seiring perkembangan dan permintaan pasar," ucapnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved