Idul Adha
Pemkab Kubar Serahkan Bantuan 50 Ekor Sapi Kurban, Dibagikan ke 16 Kecamatan
Sambut Idul Adha tahun ini, Pemerintah Kabupaten Kutai Barat menyerahkan bantuan sebanyak 50 ekor hewan kurban kepada masyarakat yang merayakan Idul A
Penulis: Zainul |
TRIBUNKALTIM.CO, SENDAWAR - Sambut Idul Adha tahun ini, Pemerintah Kabupaten Kutai Barat menyerahkan bantuan sebanyak 50 ekor hewan kurban kepada masyarakat yang merayakan Idul Adha.
Hewan kurban tersebut diberikan langsung ke 16 kecamatan untuk selanjutnya akan dibagikan kepada masyarakat usai disembelih.
Penyerahan 50 ekor sapi ini dilakukan secara simbolis oleh Wakil Bupati Kubar, Edyanto Arkan bertempat di Masjid Adung Baiturrahim, Kecamatan Barong Tongkok pada Senin (19/7/2021).
Edyanto Arkan mengatakan, ini adalah bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat Kubar dalam melaksanakan ibadah kurban.
Yang paling utama adalah dalam melaksanakan ibadah secara vertikal maupun horisontal serta sebagai sarana komunikasi pemerintah kepada masyarakat, sekaligus melengkapi hewan kurban yang juga diyakini telah disediakan oleh masyarakat yang berkemampuan.
Baca juga: Wabup Kubar: Semua yang ke Masjid dan Petugas Kurban Wajib Pakai Masker
"Memang belum bisa mencukupi permintaan masyarakat untuk 382 rumah ibadah (masjid/langgar) yang ada di Kubar.
Jadi dilaksanakan bergantian, bagi yang sudah dapat tahun lalu, maka tahun ini tidak lagi. Sehingga diharapkan bisa mendorong semangat untuk masyarakat yang berkemampuan agar bisa berkurban," ucap Edyanto Arkan.
Usai menyerahkan bantuan, Edyanto juga mengingatkan dan juga mengharapkan proses pemotongan dan pembagian hewan kurban tetap menerapkan protokol kesehatan.
Masyarakat diminta untuk tidak berkerumun datang ke masjid untuk mengambil daging hewan kurban, tapi cukup dilakukan oleh petugas yang sudah ditunjuk.
"Petugasnya harus menerapkan protokol kesehatan, dan untuk pembagian daging hewan kurbannya bisa diantarkan oleh para petugas. Jangan sampai membuat kerumunan sehingga menyebabkan potensi penyebaran virus di dalam kondisi pandemi Covid-19 yang masih kita alami sampai saat ini," ujarnya. (*)
