Breaking News:

Virus Corona

Azitromisin Bukan untuk Pasien Covid-19 Gejala Ringan, Ketahui Efek Samping Jika Dipakai Sembarangan

Menurut pakar dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Zubairi Djoerban, revisi pemakaian Oseltamivir dan Azitromisin juga dilakukan oleh WHO.

Editor: Heriani AM
Freepik
Ilustrasi Virus Corona - Para pakar mengusulkan revisi terkait protokol tatalaksana Covid-19. 

Risiko Penggunaan bagi Pasien Isoman

Zubairi menuturkan, pasien isoman yang selama ini menggunakan obat antibiotik secara bebas ini memiliki risiko.

Kalau pemakaiannya sembarangan, terlalu banyak, tanpa indikasi yang benar, maka akan timbul resistensi.

"Yang resisten tentunya bukan kita, tapi bakterinya. Jadi, bakteri yang terlalu sering dapat Azitromisin, malah membuat bakteri itu resisten. Kalau mereka resisten, maka sulit diatasi," tutur guru besar FKUI ini.

Ia pun menyarankan, masyarakat tanpa indikasi untuk menghentikan penggunaan obat Azitromisin.

"Jika sudah terlanjur memakai Azitromisin? Ya setop. Karena tidak dibenarkan. Meski saya tahu niatnya baik untuk menyembuhkan, tapi harus dipahami bahwa Azitromisin bukan obat Covid-19," ungkap Prof.Zubairi.

Baca juga: Virus Corona juga Serang Anak-anak, Berikut Panduan Protokol Isolasi Mandiri yang Disarankan IDAI

Tetap Boleh Digunakan dengan Izin Dokter

Zubairi mengingatkan, tidak 100 persen pasien Covid-19 itu sebenarnya boleh isoman.

Salah satu syarat pasien yang boleh isoman adalah pasien yang rontgen parunya normal dan saturasi oksigennya tidak drop.

Namun, pasien Covid-19 bisa sembuh tanpa obat. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved