Breaking News:

Virus Corona di Balikpapan

Ciri Pasien Terpapar Varian Delta, Jubir Satgas Balikpapan Sebut Hari Keempat Sesak Napas

Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Balikpapan, Andi Sri Juliarty memberkan ciri pasien yang terpapar Varian Delta.

Penulis: Miftah Aulia Anggraini | Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO
Ilustrasi pasien Covid-19 tengah mendapat perawatan di RS Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan.┬áTRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Balikpapan, Andi Sri Juliarty memberkan ciri pasien yang terpapar Varian Delta.

Ia mengatakan pasien yang terkonfirmasi varian tersebut nyaris memiliki gejala yang sama dengan pasien lain.

Di antaranya, mengalami demam, batuk, pilek atau flu. Namun gejala yang dirasakan akan lebih menonjol pada nyeri tulang dan sakit kepala.

"Rata-rata juga cepat drop, pada hari keempat sudah sesak dan membutuhkan waktu penyembuhan lebih lama," terangnya, Kamis (22/7/2021).

Sebagaimana diketahui, terdapat tiga kasus Varian Delta virus yang keberadaannya sudah ditemukan di Kota Balikpapan.

Baca juga: Penularan Varian Delta Cepat dan Mematikan, Walikota Balikpapan Rahmad Masud: Jangan Panik

Berdasar informasi dua pasien yang terpapar varian tersebut telah dinyatakan sembuh. Sisanya masih dalam perawatan.

Varian Delta patut diwaspadai karena masa penularan dan perburukan lebih cepat terhadap orang yang terpapar.

Berdasarkan data WHO, varian delta pertama kali ditemukan di India dan menyebabkan seseorang bergejala.

Virus ini disebut sebagai varian yang mematikan. Untuk itu, masyarakat Kota Balikpapan juga diimbau untuk mengurangi mobilitas.

"Tidak ada penanganan khusus. Tinggal satu yang masih dirawat, kita mengirim sample ke Laboratorium sudah lama dan hasilnya baru diketahui,” terangnya.

Baca juga: Varian Delta Terdeteksi di Balikpapan, PPKM Masuk Level 4, Penyekatan Jalan Berlaku Hanya 2 Jam

Wanita yang kerap disapa Dio itu juga tidak memungkiri adanya keterbatasan ruang ICU di sebelas rumah sakit rujukan.

Padahal, kasus terkinformasi positif Covid-19 dengan kondisi berat atau bergejala angkanya naik di Kota Balikpapan.

Sehingga pihaknya terpaksa menangani pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit. Bahkan ada pasien yang tetap dirawat di rumah.

"Yang dirawat di rumah juga ada, hal ini karena kondisi ICU kami yang terbatas," tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved