Breaking News:

Berita Kukar Terkini

Hari Ini Ratusan Warga Binaan Ikut Vaksinasi Dosis Kedua di Lapas Perempuan Tenggarong

Ratusan warga binaan perempuan (WBP) di Lapas Perempuan Klas IIA Tenggarong Kabupaten Kukar kembali mengikuti vaksinasi dosis kedua

Penulis: Aris Joni | Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO/ARIS JONI
Suasana vaksinasi dosis kedua di Lapas Perempuan Klas IIA Tenggarong, Sabtu (24/7/2021). TRIBUNKALTIM.CO/ARIS JONI 

TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Ratusan warga binaan perempuan (WBP) di Lapas Perempuan Tenggarong Kabupaten Kukar kembali mengikuti vaksinasi dosis kedua.

Kegiatan vaksinasi dilaksanakan pada Sabtu pagi, (24/7/2021) di lapangan hunian Lapas Perempuan Tenggarong.

Kepala Lapas Perempuan Tenggarong, Sri Astiana mengatakan, pelaksanaan vaksin tahap kedua ini terdapat sebanyak 261 WBP yang ikut melaksanakan vaksinasi dosis kedua dan juga sebanyak 21 anak binaan dari Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA)

Kemudian ucap dia, selain penerima dosis kedua, vaksinasi kali ini juga ditambah sebanyak sembilan WBP yang menerima vaksin dosis pertama karena tidak jadi mendapat vaksin pertama pada Sabtu (26/6/2021) lalu.

“Kemarin pada kegiatan vaksin pertama mereka tidak jadi divaksin karena alasan kesehatan,” ungkapnya.

Baca juga: Warga Binaan Lapas Perempuan Klas IIA Tenggarong Sisa 107 yang Belum Divaksin Covid-19

Ia juga menambahkan, dirinya tidak mendapat laporan WBP yang mengeluh setelah mendapatkan vaksin pertama pada bulan lalu.

Bahkan ucap dia, terdapat sebanyak enam WBP penerima vaksin prtama yang telah bebas dan diminta untuk kembali ke lapas guna menerima vaksin kedua.

“Tapi kalau mereka tidak datang, kita arakan untuk bisa vaksin kedua di fasilitas kesehatan sekitar tempat tinggal mereka,” tuturnya.

Sementara itu, Penanggung jawab sekaligus koordinator vaksinasi dari RSUD AM Parikesit, dr Meriati Herlina, SpKJ mengatakan, sehauh ini proses vaksinasi berjalan lancar, bahkan hingga vaksin kedua saat ini.

Ia menegaskan, walaupun para WBP sudah mendapatkan vaksin pertama, pihaknya tetap melakukan pemeriksaan fisik untuk memastikan kesehatan yang bersangkutan.

“Apabila sudah dalam kondisi sehat baru kita bisa lakukan vaksin, dan setelah itu kita lakukan observasi lagi selama 15-30 menit, kalau gak ada keluhan baru boleh kembali ke tempatnya,” jelasnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved