Selasa, 21 April 2026

Olimpiade

Olimpiade Tokyo - Atlet Badminton Indonesia yang Bela Negara Lain, Ada Pasangan Gronya Somerville

Berikut ini dua atlet Badminton Indonesia yang membela negara lain di Olimpiade Tokyo 2020, termasuk pasangan Gronya Somerville

Editor: Amalia Husnul A
AFP Photo/Alexander Nemenov
Setyana Mapasa - Gronya Somerville, pasangan ganda putri Australia di Olimpiade Tokyo. Berikut ini dua atlet Badminton Indonesia yang membela negara lain di Olimpiade Tokyo 2020, termasuk pasangan Gronya Somerville 

TRIBUNKALTIM.CO - Berikut ini dua atlet Badminton Indonesia yang membela negara lain di Olimpiade Tokyo 2020, termasuk pasangan Gronya Somerville

Di cabang olahraga ( cabor ) Badminton, Olimpiade Tokyo ada dua atlet asal Indonesia yang berlaga membela negara lain.

Dua atlet Badminton, Indonesia yang membela negara lain di Olimpiade Tokyo adalah Ade Resky Dwicahyo dan Setyana Mapasa.

Nama Setyana Mapasa masuk kontingen Australia di Olimpiade Tokyo.

Tercatat, Setyana Mapasa berlaga di nomor ganda putri bersama dengan Gronya Somerville.

Sementara Ade Resky Dwicahyo turun di nomor tunggal putra dan masuk kontingen Azerbaijan.

Cabor Badminton di Olimpiade Tokyo ini digelar mulai 24 Juli - 2 Agustus 2021 mendatang.

Persaingan atlet Badminton Indonesia cukup ketat.

Indonesia mempunyai banyak atlet yang bagus sehingga membuat persaingan amat sangat ketat.

Bukan hanya atlet, Indonesia juga banyak mempunyai pelatih yang handal.

Baca juga: Lawan Gregoria di Olimpiade Tokyo Disorot, Thet Htar Thuzar Disandingkan dengan Gronya Somerville

Saking banyaknya atlet tidak mungkin semuanya bisa menjadi wakil Indonesia, selain itu juga tentu saja ada berbagai alasan lainnya.

Demikian juga pelatih, banyak pelatih Indonesia yang melatih di negara lain. 

Banyak atlet-atlet handal dari negara lain yang dilatih oleh pelatih Indonesia.

Lantas siapa Setyana Mapasa dan Ade Resky Dwicahyo

Gelaran Olimpiade Tokyo adalah Olimpiade pertama bagi Setyana Mapasa dan Ade Resky Dwicahyo.

Dikutip TribunKaltim.co, dari bolasport.com, Setyana Mapasa dulu merupakan salah satu bibit andalan Indonesia di sektor olahraga bulu tangkis.

Setyana Mapasa pernah memperkuat tim junior Indonesia di Kejuaraan Dunia Junior 2013 di Bangkok, Thailand bersama Jonatan Christie dan pebulu tangkis Indonesia lainnya.

Kala itu, Setyana Mapasa dan tim Indonesia berhasil meraih medali perak.

Namun, usai level junior, Setyana Mapasa kemudian sempat tak terlihat di dunia perbulu tangkisan Indonesia dan memutuskan menjadi warga negara Australia.

Setyana Mapasa lahir di Manado, 15 Agustus 1995. 

Ia memutuskan pindah ke Australia untuk menjalani perawatan akibat cedera meniscus tahun 2012.

Setyana Mapasa, atlet Badminton Indonesia yang bela Australia di Olimpiade Tokyo
Setyana Mapasa, atlet Badminton Indonesia yang bela Australia di Olimpiade Tokyo (AFP Photo/Nemenov)

Dikutip dari https://olympics.com, Setyana Mapasa berniat untuk pensiun dari Badminton dan kembali fokus ke pendidikan sesuai dengan saran ibundanya.

Namun kemudian Setyana Mapasa mendapat tawaran untuk bermain bagi Australia dan mendapatkan permanent resident selama 5 tahun.

Selanjutnya, Setyana Mapasa malah memulai debut Internasionalnya masih berstatus atlet Indonesia di tahun 2013.

Tahun berikutnya, Setyana Mapasa bertanding atas nama Australia.

"Saat menjalani terapi, saya melamar di perguruan tinggi di Sydney untuk belajar manajemen.

Namun ternyata, saya tidak dapat dipisahkan dari Badminton," katanya.

Saat membela Australia di Commonwealth Games tahun 2018, Setyana Mapasa mengalami cedera dan harus menjalani operasi.

Setyana Mapasa baru kembali bermain di tahun 2019.

Di Olimpiade Tokyo, Setyana Mapasa yang berpasangan dengan Gronya Somerville berada di Grup C bersama dengan Lee Sohee/Shin Seungchan (Korsel), Du Yue/Li Yin Hui (China), dan Maiken Fruergaard/Sara Thygesen (Denmark).

Sementara itu, Ade Resky Dwicahyo adalah atlet Indonesia jebolan PB Exist Jakarta, sama dengan Fitriani, atlet tunggal putri yang tahun ini baru saja terdegradasi dari Pelatnas Cipayung.

Di Olimpiade Tokyo, Ade Resky Dwicahyo berada di Grup L bersama dengan Ade Resky tergabung di grup L babak penyisihan bersama Anders Antonsen (Denmark) dan Nguyen Tien Minh (Vietnam).

Ade Resky Dwicahyo sempat membela Indonesia di kejuaraan Juniot Asia dan kejuaraan junior bulutangkis 2016.

Sejak 2018, Ade Resky Dwicahyo membela Azerbaijan dan pada tahun yang sama ia menjadi runner-up dalam ajang Kharkiv International Ukraina.

Ade Resky Dwicahyo, atlet Badminton Indonesia yang bela Azerbaijan di Olimpiade Tokyo.
Ade Resky Dwicahyo, atlet Badminton Indonesia yang bela Azerbaijan di Olimpiade Tokyo. (Istimewa via bolasport.com)

"Saya asli Indonesia. Indonesia adalah salah satu negara yang kuat di cabor Badminton.

Saat menerima tawaran dari Azerbaijan, yang saya pikirkan adalah saya bakal mendapatkan kesempatan untuk bisa bermain di kejuaraan dunia dan Olimpiade," kata pria kelahiran 13 Mei 1998.

Meski membela Azerbaijan, kini, cita-cita Ade Resky Dwicahyo untuk bisa bermain di pesta olahraga terbesar dunia, Olimpiade.
Selain berkesempatan mencicipi Olimpiade, Ade Resky Dwicahyo juga bisa bertanding di Kejuaraan Eropa, Kiev, Ukraina tahun 2021 ini. 
Dilansir dari https://bwfbadminton.com, Ade Resky Dwicahyo kini berada di rangking 80 di nomor tunggal putra.
(*)
 
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved