Virus Corona di Kaltim

PPKM dan Efektivitas Pengendalian Penyebaran Covid-19

PEMERINTAH melalui Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) menetapkan 8 kabupaten dan kota di Kalimantan Timur.

Penulis: Sumarsono | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/HO
Sumarsono Ketua Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Kalimantan Timur. 

Konsep PPKM di awal secara khusus berlaku di Pulau Jawa dan Bali dengan alasan penyebaran virus Corona tergolong besar dan mengkhawatirkan.

Namun, dalam perjalanan waktu dan melihat kasus penyebaran Covid-19 di luar Pulau Jawa dan Bali, Pemerintah menetapkan PPKM untuk wilayah di luar Jawa dan Bali.

Penerapan PPKM Level 4, diantaranya mengatur mekanisme kerja kantor dan perusahaan, yakni kerja dari rumah (WFH) sebesar 75 persen, belajar mengajar secara daring.

Baca juga: Aksi Kamisan Kalimantan Timur Kritisi Kebijakan Baru Vaksinasi Covid-19

Kapasitas tempat ibadah 50 persen, restoran 25 persen, jam operasional mall sampai pukul 19.00 WIB.

Dengan protokol kesehatan yang ketat. Termasuk pengaturan perjalanan baik darat, laut maupun udara.

Sejak PPKM di Jawa dan Bali di awal 2021, terjadi penurunan jumlah kasus Covid-19 harian di bawah 10.000 kasus positif per 8 Februari 2021.

Meski demikian PPKM ini dianggap belum efektif karena kasus harian masih relatif tinggi (medcom.id, 14 Pebruari 2021).

Baca juga: Imbas PPKM di Kalimantan Timur dan Kaltara, Kapasitas Penumpang Bus Damri Turun 70 Persen

Pemerintah terus berupaya menekan penyebaran Covid-19 dengan kebijakan PPKM Mikro yang berlaku pada bulan Februari 2021.

PPKM Mikro diterapkan di tingkat Desa dan Kelurahan hingga RT untuk daerah Jawa dan Bali. PPKM Mikro adalah pembatasan yang dilakukan di tingkat lokal.

Dengan adanya PPKM Mikro, aktivitas ekonomi, seperti rumah makan, restoran, hotel, mal dan kegiatan ekonomi lainnya boleh beroperasi dengan protokol kesehatan yang ketat.

Bagaimana dengan efektivitas PPKM Mikro?

Menurut Menteri Perekonomian RI Airlangga Hartarto, kebijakan PPKM Mikro ini dinilai efektif terlihat dari tren penurunan persentase kasus positfi dan peningkatan persentasi kesembuhan.

Demikian juga dengan ekonomi mulai berjalan cukup baik.

Kini, di awal Juli 2021, kasus Covid-19 mendadak meloncak tajam menyusul terdeteksinya virus corona varian baru di Indonesia.

Halaman
123
Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved