Selasa, 21 April 2026

Virus Corona di Kaltim

Kaltim Defisit Oksigen 12 sampai 15 Ton, Minta Bantuan Pemerintah Pusat

Kalimantan Timur saat ini mengalami krisis oksigen. Hal itu diutarakan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Jauhar Efendi

Penulis: Jino Prayudi Kartono | Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO/JINO PRAYUDI KARTONO
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemprov Kaltim Jauhar Efendi. TRIBUNKALTIM.CO/JINO PRAYUDI KARTONO 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Kalimantan Timur saat ini mengalami krisis oksigen. Hal itu diutarakan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Jauhar Efendi, Kamis (29/7/2021).

Ia mengatakan kebutuhan oksigen di Kaltim sangat tinggi.

Bahkan konsumsi oksigen dibandingkan dengan produksi mengalami defisit. Lebih lanjut ia mengatakan defisit oksigen saat ini mencapai 12 sampai 15 ton per hari.

Pabrik gas di Kutai Kartanegara pun masih belum mencukupi kebutuhan oksigen. Ia mengatakan pabrik tersebut hanya mampu memproduksi 40,3 ton setiap hari.

Jika ini terus terjadi dan lonjakan pasien covid terjadi terus menerus maka tidak menutup kemungkinan stok oksigen habis beberapa hari kedepan.

Baca juga: Niat Bantu Kawan yang Isoman, Warga Balikpapan Tertipu Rp 4,3 Juta Saat Beli Tabung Oksigen Online

"Estimasi ketersediaan oksigen cair di Kaltim cukup untuk 2 hari, tabung kecil 1m3 (2 hari), tabung sedang 2m3 (2 hari) dan tabung besar 6m3 (1 hari). Stok oksigen ini masih rawan ketika terjadi lonjakan kasus positif," kata Jauhar Efendi.

Selain faktor produksi, faktor ketersediaan tabung oksigen yang terbatas menjadi alasan lain distribusi oksigen terhambat.

"Kendalanya karena tabung harus diimpor. Untuk memenuhi pasokan tabung oksigen, PT Pupuk Kaltim dan Pertamina Hulu Mahakam sudah meminjamkan tabung oksigen, tetapi masih kurang," jelas Jauhar.

Pemprov Kaltim sudah mengirim permohonan bantuan kepada pemerintah pusat untuk menambah peralatan penghasil oksigen supaya tak hanya mengandalkan tabung.

“Khususnya untuk wilayah Kutai Barat dan Mahakam Ulu. Terlalu lama kalau mengandalkan tabung oksigen,” pungkas Jauhar. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved