Breaking News:

Olimpiade

UPDATE Klasemen Olimpiade Tokyo 2021, Lifter Indonesia Tambah Medali, China Ganggu Jepang di Puncak

Update klasemen Olimpiade 2021 Tokyo, Indonesia tambah medali, China ganggu Jepang di puncak.

NOC INDONESIA
Atlet angkat besi Indonesia, Rahmat Erwin Abdullah. Update klasemen Olimpiade 2021 Tokyo, Indonesia tambah medali, China ganggu Jepang di puncak. 

“Saat itu, aku bilang gini. Aku mau rasain yang nggak pernah bapak alami yakni bertanding di Olimpiade. Kini, saya tak cuma melakukannya di Olimpiade 2020 Tokyo, tetapi juga pulang membawa medali,” sambungnya.

“Ayah tidak bisa bertanding di Olimpiade 2004 Athena karena waktu itu badannya sedikit tidak enak dan diperiksa dokter lalu dilarang bertanding,” jelas Rahmat.

Baca juga: Jadwal Badminton Olimpiade Tokyo Kamis 29 Juli 2021, Ada Minions dan Jonatan Christie vs Shi Yuqi

Rahmat mengaku terinspirasi menjadi lifter angkat besi karena termotivasi kedua orang tuanya yang juga lifter nasional.

Dia selalu mendengar cerita Erwin Abdullah dan istrinya, Ami AB saat tampil di berbagai kejuaraan internasional.

“Saya dan istri memang suka bercerita kepada Rahmat tentang perjalanan kami berdua saat menjadi atlet. Tampil di berbagai event internasional di luar negeri. Ya, itu yang menjadi inspirasi Rahmat untuk menjadi lifter angkat besi,” kata Erwin Abdullah.

Perjuangan Rahmat di Olimpiade Tokyo ini cukup berat. Dia sempat mengalami cedera paha belakang saat melakukan pemanasan menjelang angkatan clean&jerk. Meski demikian, perjuangan Rahmat terbayar lunas.

Bahkan, ia mempertajam rekor angkatan terbaiknya. Sebelumnya, Rahmat memiliki angkatan snatch terbaik 148kg dan clean&jerk 187kg.

Dengan penambahan beban 7 kg di kedua jenis angkatan itu, Total Angkatan Rahmat yang tadinya 335kg naik menjadi 342kg.

Setelah ini, Rahmat pun berjanji akan terus berusaha untuk meningkatkan prestasinya.

“Saya akan selalu berusaha untuk tampil lebih baik. Multievent internasional selanjutnya mungkin ada SEA Games Vietnam yang masih menunggu jadwalnya, kemudian Asian Games 2022 Hangzhou dan juga Islamic Solidarity Games 2022. Dan, saya juga ingin tampil lagi di Olimpiade 2024 Paris,” pungkasnya.

Baca juga: LENGKAP Jadwal Badminton Olimpiade Tokyo 29 Juli 2021 dan Hasil Pertandingan Bulu Tangkis Hari Ini

Medali Indonesia di Olimpiade Tokyo

Eko Yuli Irawan berhasil menyumbang medali perak bagi Indonesia di cabang olahraga angkat besi.

Sebelumnya, Indonesia berhasil meraih medali perunggu dari cabor angkat besi putri yang diraih Windy Cantika Aisah.

Eko Yuli Irawan sumbang medali bagi Indonesia dari angkat besi di Olimpiade Tokyo
Eko Yuli Irawan sumbang medali bagi Indonesia dari angkat besi di Olimpiade Tokyo (VINCENZO PINTO / AFP)

Seperti diprediksi sebelumnya, Eko Yuli Irawan yang langganan menyumbangkan medali untuk Indonesia di olimpiade, kembali melanjutkan tradisinya.

Kali ini, Eko Yuli Irawan berhasil memersembahkan medali perak bagi Indonesia di Olimpiade Tokyo.

Eko Yuli Irawan hanya kalah dari lifter asal Tiongkok Li Fabin.

Diketahui, Li  Fabin memang merupakan musuh bebuyutan Eko Yuli Irawan pada cabor angkat besi.

Dengan hasil ini, sementara Indonesia berhasil meraih dua medali di Olimpiade Tokyo.

Baca juga: Pengakuan Melati Daeva Usai Ditekuk Ganda Campuran Tiongkok di Olimpiade Tokyo 2020

Yakni satu perak dan satu perunggu.

Eko Yuli Irawan sukses menambah perolehan medali Indonesia di Olimpiade Tokyo 2021 melalui cabor angkat besi.

Eko Yuli Irawan mengamankan medali perak pada cabor angkat besi kelas 61 kilogram pria, Minggu (25/7/2021).

Lifter Tim Merah Putih ini mencatatkan total angkatan 302 kilogram.

Lifter berusia 32 tahun itu mengawali langkah di angkatan snatch dengan cukup baik.

Ia mengangkat beban seberat 137 kilogram untuk mengawali angkatan di snatch.

Jumlah itu hanya disaingi oleh lifter asal Tiongkok yang sekaligus musuh bebuyutannya, Li Fabin.

Namun, perbedaan antara Eko dan Li terjadi pada angkatan snatch kedua dan ketiga.

Wakil Indonesia ini gagal ketika mengangkat beban seberat 141 kilogram.

Sebaliknya, Li berhasil mengangkat beban yang sama.

Beralih ke angkatan Clean & Jerk, Eko Yuli Irawan juga tampil apik.

Baca juga: Sosok Lianne Tan, Lawan Gregoria di Olimpiade Tokyo yang Trending, Ternyata Keturunan Indonesia

Ia mengawali angkatannya di angka 165 kilogram.

Sementara, Li Fabin mengangkat 166 kilogram.

Lagi-lagi, perbedaan terjadi di angkatan kedua dan ketiga.

Li Fabin sukses mengangkat beban seberat 172 kilogram.

Sedangkan Eko gagal ketika mencoba mengangkat beban seberat 177 kilogram.

Alhasil secara total angkatan, Eko Yuli Irawan masih kalah oleh Li Fabin.

Eko memperoleh total angkatan seberat 312 kilogram.

Sedangkan Li Fabin dengan 313 kilogram.

Dengan ini, Eko Yuli Irawan berhak atas tempat kedua dan mendapat medali perak.

Ia menambah pundi-pundi mendali Tim Merah Putih menjadi satu perak dan satu perunggu di Olimpiade Tokyo 2021. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved