Breaking News:

Berita Samarinda Terkini

28 Reka Adegan Diperagakan Kedua Pelaku Pengeroyokan di Samarinda, 6 Orang Masih Buron

Kasus pengeroyokan yang menewaskan Jumriansyah (39) terungkap dan hari ini polisi melakukan rekonstruksi.

TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD FAIROUSSANIY
Rekontruksi kasus pengeroyokan yang menewaskan Jumriansyah (39), polisi kini masih memburu pelaku lain yang sudah ditetapkan Daftar Pencarian Orang (DPO). TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD FAIROUSSANIY 

"Kemungkinan karena korban ini hendak membeli obat-obatan (narkotikan jenis sabu), ternyata tidak membayar dan sempat menunjukkan sajam (badik), mereka (para pelaku) marah, ya atau pelaku ini mabuk atau seperti apa. Awalnya, sih karena itu, makanya mereka emosi," ujar Nurita. 

"Kalau dilihat tidak ada unsur perencanaannya, dan mereka ada yang habis salat subuh serra berkumpul di TKP. Tiba-tiba datang korban menunjukkan badiknya mengarahkan ke mereka dan sempat merusak barang-barang yang lewat di Gang Bakti," imbuhnya. 

Diberitakan sebelumnya, kasus pengeroyokan yang terjadi beberapa hari lalu di Kota Samarinda, Kaltim, mulai menemui titik terang.

Korban bernama Jumriansyah (39) pada Minggu (27/6/2021) lalu dikeroyok persis di kawasan Jalan Jalan KH Ahmad Dahlan, Kelurahan Sungai Pinang Luar, Kecamatan Samarinda Kota, dan tewas saat menuju rumah sakit.

Kedua pelaku diketahui kini mendekam di sel tahanan Polsek Samarinda Kota setelah diringkus oleh jajaran Reskrim Polsek Samarinda Kota dibantu oleh Unit Jatanras Satreskrim Polresta Samarinda di hari yang sama, setelah melakukan aksi pengeroyokan.

"Sudah kita amankan dua pelaku, tapi ini masih akan dikembangkan lagi," sebut Kapolresta Samarinda Kombes Pol Arif Budiman melalui Kasat Reskrim Polresta Samarinda, Kompol Andika Dharma Sena, Selasa (29/6/2021) hari ini dikonfirmasi.

Meski dua pelaku resmi dijebloskan dalam penjara, Kompol Andika Dharma Sena masih belum mengungkap secara detail.

Pasalnya, selain melakukan pengembangan rupanya masih mencari para pelaku lainnya yang kini sudah masuk dalam radar jajarannya.

"Ini masih kami kembangkan, ya masih ada (pelaku lainnya)," tegasnya. 

Menyinggung penyebab peristiwa berdarah ini, perwira berpangkat melati satu dipundaknya ini juga masih enggan memberikan komentar banyak.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved