Breaking News:

Virus Corona di Samarinda

Hadapi Kesulitan Masa Pandemi, Komisi IV DPRD Samarinda Ajak Perusahaan Sisihkan 3% Bantu Warga

Saat ini kepedulian kita akan sesama sangat dibutuhkan dalam menghadapi sulitnya masa pandemi.

Penulis: Rita Lavenia | Editor: Rahmad Taufiq
TRIBUNKALTIM.CO/RITA LAVENIA
Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anuar. Ia mengatakan, sudah saatnya pemerintah menegaskan kepada para pengusaha pentingnya memenuhi CSR dalam membantu masyarakat yang terdampak secara ekonomi. TRIBUNKALTIM.CO/RITA LAVENIA 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Saat ini kepedulian kita akan sesama sangat dibutuhkan dalam menghadapi sulitnya masa pandemi.

Menurut anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anuar sudah saatnya pemerintah menegaskan kepada para pengusaha pentingnya memenuhi Corporate Social Responsibility (CSR) atau tanggung jawab sosial perusahaan dalam membantu masyarakat yang terdampak secara ekonomi.

Deni menyarankan, perusahaan migas bisa diminta untuk membantu pengisian tabung oksigen, dan pengusaha sembako untuk berbagi kepada masyarakat yang terdampak secara ekonomi.

"Karena pengusaha wajib untuk menyisihkan 3 persen pendapatannya untuk membantu masyarakat sekitar," kata Deni.

Sebab, lanjutnya, saat ini yang diperlukan adalah kolaborasi semua pihak untuk membantu meringankan beban akibat pandemi ini.

Baca juga: 6 Wartawan di Samarinda Terpapar Covid-19, PWI Kaltim Sulap Kantor Sekretariat Jadi Tempat Isoman

"Jadi tidak bisa dibebankan hanya kepada pemerintah, si A atau si B, perusahaan A atau B. Tapi hadapi bersama, pasti tidak akan berat kalau semua mau bahu membahu," ucapnya.

Karena, menurutnya, ibarat sebuah kapal, kita menghadapi badai yang sama.

Namun kekuatan kapal dan keahlian nahkoda satu dengan yang lain tidaklah sama.

"Tapi badainya sama. Jadi untuk menghadapinya, kita yang memiliki kapal yang kuat harus mengajak bersama yang tidak kuat sehingga kita bisa melewati bersama," ucapnya.

"Karena menurut kita yang dikhawatirkan masyarakat bukan varian delta atau lain sebagainya melainkan kalau sudah lapar namun susah, itu yang bahaya," ulasnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved