Breaking News:

Virus Corona di Berau

Lahan Pemakaman Covid-19 Berau Diperluas Satu Hektare, Lokasi Lama Hampir Penuh

Kepala BPBD Berau, Thamrin menjelaskan proses pembukaan lahan tengah dilakukan Pemkab Berau. Saat ini prosesnya memasuki perataan tanah.

Penulis: Renata Andini Pengesti | Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO/RENATA ANDINI
Lokasi pemakaman Covid-19 yang diperluas. Luas lahan baru ini mencapai satu hektare.┬áTRIBUNKALTIM.CO/RENATA ANDINI 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Pemkab Berau sedang berproses memperluas lahan pemakaman Covid-19.

Kepala BPBD Berau, Thamrin menjelaskan proses pembukaan lahan tengah dilakukan Pemkab Berau. Saat ini prosesnya memasuki perataan tanah.

“Masuk proses perataan tanah, kami bergerak cepat untuk antisipasi,” jelasnya kepada Tribunkaltim.Co, Jumat (30/7/2021).

Kendati seharusnya, permasalahan lahan bukan berada di BPBD. Untuk lahan baru lebih luas dibandingkan lahan pertama.

Ukuran lahan kedua seluas 1 hektar dengan maksimal dapat menampung kurang lebih 750-1.000 makam.

Baca juga: Fakta Polisi di Berau Rela Rumahnya Jadi Tempat Isolasi Mandiri 12 Santri, Ada Yatim Piatu

Untuk lokasi pemakamannya, sama seperti pemakaman lama. Namun hanya diperluas ukurannya.

Sementara itu, ukuran sebelumnya selebar kurang lebih setengah hektare dan menurut Thamrin sudah hampir penuh.

Jika lahan baru masih belum cukup, maka pihaknya akan membuka lagi daerah baru di kawasan sekitar itu.

“Memang harus diakui kalau di Berau ini kematian per hari nya semakin meningkat, sebelumnya per hari hanya 1 atau 2 orang. Kini per hari bisa  tembus 13 kasus kematian,” ungkapnya.

Baca juga: Angka Kematian Covid di Berau Capai 13 Kasus pada Rabu, 28 Juli 2021, Rumah Sakit Penuh Jadi Pemicu

Seiring dengan ini, pihak BPBD juga sedang berproses untuk pengadaan kantong jenazah, yang diakui juga sudah sangat menipis.

Thamrin melanjutkan, untuk pemakaman pasien terutama yang tidak sempat dibawa ke Tanjung Redeb, dapat dimakamkan di daerah kecamatan masing-masing dengan SOP yang benar.

“Kita buka lahan, bukan berarti mengharapkan banyaknya kematian. Tapi untuk antisipasi karena sudah hampir tidak muat,” tuturnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved