Virus Corona

Bulan Juli Limbah Medis Covid-19 Capai 18 Ton, Luhut Sebut Butuh Kerja Cepat & Bantuan Semua Pihak

Peningkatan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (limbah B3) Medis Covid-19 bisa berdampak buruk kepada masyarkat jika tidak ditangani serius.

Editor: Ikbal Nurkarim
(Tribunnews/Jeprima)
ILUSTRASI LIMBAH MEDIS - Petugas merapikan tumpukan kantong sampah plastik kuning yang menumpuk di Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (6/7/2021). Bulan Juli limbah Medis Covid-19 capai 18 Ton, Luhut sebut butuh kerja cepat & bantuan semua pihak. 

TRIBUNKALTIM.CO - Peningkatan penyebaran Covid-19 juga berdampak pada peninggakatan limbah Medis.

Di bulan Juni saja limbah medis mengalami peningkatan.

Peningkatan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (limbah B3) Medis Covid-19 bisa berdampak buruk kepada masyarkat jika tidak ditangani serius.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengungkap adanya peningkatan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (limbah B3) Medis Covid-19 pada bulan Juli ini.

Baca juga: Tak Tinggal Diam Ditegur Luhut Soal Penanganan Covid-19 di Solo, Gibran: Kita Tidak Tolak Pasien

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut  Binsar Pandjaitan dalam acara Kementerian Tenaga Kerja secara virtual, Selasa (13/7/2021). Luhut Pandjaitan minta maaf ke seluruh rakyat Indonesia terkait penanganan Covid-19
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dalam acara Kementerian Tenaga Kerja secara virtual, Selasa (13/7/2021). Luhut Pandjaitan minta maaf ke seluruh rakyat Indonesia terkait penanganan Covid-19 (Tangkapan Layar Youtube Sekretariat Presiden)

Dilansir dari Tribunnews.com dengan judul artikel Luhut Ungkap Limbah Medis Covid-19 Capai 18 Juta Ton: Sangat Membahayakan, Kita Butuh Kerja Cepat, Luhut mengatakan, limbah medis itu berjumlah mencapai 18 juta ton.

Oleh karena itu, ia meminta kementerian/lembaga terkait untuk sesegera mungkin menangani limbah medis ini.

"Peningkatan limbah B3 medis mencapai perkiraan 18 juta ton bulan ini, sangat membahayakan buat kita semua," ucap Luhut dalam rapat koordinasi, dikutip dari siaran pers Kemenko Marves, Kamis (29/7/2021).

"Kita butuh kerja cepat dan bantuan dari semua pihak, tidak ada waktu main-main, kita langsung eksekusi saja," imbuhnya.

Menurut Luhut, untuk menurunkan laju limbah medis ini dengan cepat, perlu pemanfaatan alat pengolahan seperti Insinerator, RDF, Autoclave.

Ia meminta BUMN sepertti PT Pindad untuk mengerahkan unit-unit insineratornya dan memproduksinya dengan kapasitas yang lebih tinggi.

"Semua harus dalam negeri, agar cepat selesai dan tidak ditunda-tunda," jelas Luhut.

Lebih lanjut, Menko Luhut meminta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) dan BUMN untuk mencari penyedia teknologi pengelola limbah yang memenuhi standar.

"Saya juga minta ada pembangunan fasilitas yang terintegrasi di lokasi prioritas pada PUPR," tambahnya.

Sementara itu, kata Luhut, perlu ada pembangunan dropbox pemisah sampah yang berada di berbagai titik strategis.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved