Berita Samarinda Terkini

Lagi-Lagi Sidang Iwan Ratman Ditunda, Kali Ini Alasan Terdakwa karena Sakit Diare

Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Samarinda kembali menunda sidang lanjutan perkara dugaan korupsi yang menjerat ek

TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD FAIROUSSANIY
Gedung Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi. Sidang lanjutan perkara dugaan korupsi yang menjerat eks Dirut Perusahaan Daerah (Perusda) PT Mahakam Gerbang Raja Migas (PT MGRM), Iwan Ratman, kembali ditunda di PN Tipikor Samarinda, Kamis (29/7/2021) lalu. Terdakwa beralasan sakit diare. TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD FAIROUSSANIY 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Samarinda kembali menunda sidang lanjutan perkara dugaan korupsi yang menjerat eks Dirut Perusahaan Daerah (Perusda) PT Mahakam Gerbang Raja Migas (PT MGRM), Iwan Ratman pada Kamis (29/7/2021) lalu.

Sidang sendiri terpaksa kesekian kali ditunda dan dijadwalkan ulang pada 5 Agustus pekan depan. 

Terdakwa Iwan Ratman yang semestinya kembali dihadirkan, ternyata tidak hadir.

Saat sidang baru dibuka, terdakwa beralasan sedang menderita penyakit diare. 

Jadwal persidangan dengan agenda pemeriksaan saksi dalam perkara dugaan korupsi proyek fiktif pembangunan tangki timbun dan terminal bahan bakar minyak (BBM) terpaksa kembali diundur.

Baca juga: Sidang Pembacaan Tanggapan Eksepsi Dugaan Korupsi MGRM Ditunda, Terdakwa Iwan Ratman Alami Vertigo

Hal ini disampaikan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), Kejaksaan Tinggi Kaltim, Zaenurofiq ketika dikonfirmasi. 

"Tadi saat persidangan baru dibuka, terdakwa saat ditanya majelis hakim, mengaku sedang sakit diare. Badannya lemas dan mengaku tidak bisa mengikuti persidangan," ungkap Rofiq, sapaan akrab Zaenurofiq, Jumat (30/7/2021) kemarin.

Rofiq yang juga menjabat sebagai Kasi Penuntut Umum di Kejati Kaltim itu menyampaikan bahwa harusnya, persidangan Kamis kemarin berlangsung dengan menghadirkan lima orang saksi yang merupakan bagian internal di PT MGRM.

Sebelumnya disampaikannya, bahwa pihaknya akan mengejar sejumlah pernyataan dari kelima saksi. 

Mulai dari kegiatan usaha yang digeluti perusda milik Pemkab Kukar ini sampai terkait pengetahuan kelima saksi atas dugaan pengalihan uang sebesar Rp 50 miliar yang merupakan anggaran proyek pembangunan tangki timbun dan terminal BBM. 

Mulanya uang tersebut berada di Rekening PT MGRM kemudian diduga dialirkan oleh terdakwa Iwan Ratman ke Rekening PT Petro TNC International. 

"Kemudian apakah saksi juga mengetahui kalau proyek ini sudah jalan atau tidak. Lalu dimana rencananya proyek ini akan dikerjakan,” beber Rofiq.

Terhitung dua kali Majelis Hakim dipimpin Hasanuddin dengan didampingi Arwin Kusmanta dan Suprapto sebagai hakim anggota, menunda sidang perkara bernomor 25/Pid.Sus-TPK/2021/PN Smr.

"Pengakuannya dia begitu, entah ini modus atau gimana. Mau tak mau karena mengaku lemas (sakit), majelis hakim pun terpaksa harus menunda," ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved