Breaking News:

Virus Corona di Samarinda

Setelah Dipanggil Polisi, Akhirnya Anak Anggota DPRD Samarinda yang Acungkan Jari Tengah Minta Maaf

Setelah memenuhi panggilan polisi, akhirnya anak anggota DPRD Samarinda yang acungkan jari tengah kepada petugas saat razia PPKM minta maaf.

Editor: Amalia Husnul Arofiati
HO/Polresta Samarinda
Dua pemuda pengelola kafe, anak anggota DPRD Kota Samarinda Abdul Rofik saat berada di Polresta Samarinda dan menyampaikan permintaan maaf, pada Jumat (30/7/2021). Setelah memenuhi panggilan polisi, akhirnya anak anggota DPRD Samarinda yang acungkan jari tengah kepada petugas saat razia PPKM minta maaf. 

TRIBUNKALTIM.CO - Kasus anak anggota DPRD Samarinda yang acungkan jari tengah kepada petugas saat razia PPKM berlanjut dengan pemanggilan polisi.

Setelah pemanggilan polisi, akhirnya anak anggota DPRD Samarinda tersebut menyampaikan permohonan maaf.

Jumat (30/7/2021) sore, dua pemuda pengelola kafe milik anak anggota DPRD Samarinda, Abdul Rofik memenuhi panggilan polisi di Polresta Samarinda.

"Iya betul (kami panggil mintai keterangan), yang bersangkutan juga minta maaf," tutur Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Arif Budiman melalui Kasat Reskrim Kompol Andika Dharma Sena, Jumat (30/7/2021) seperti dikutip dari TribunKaltim.co.

Dua pemuda yang berstatus mahasiswa tersebut memenuhi panggilan polisi terkait peristiwa yang terjadi saat razia PPKM Level, Selasa (27 /7/2021) lalu.

Keduanya dimintai keterangan terkait acungan jari tengah ke arah petugas yang dilakukan salah seorang pemuda yang bernama Muhammad Daffa (19).

Saat razia PPKM Level 4 tersebut, Daffa yang berdiri tepat di sebelah saudara laki-lakinya itu terlihat tidak menggunakan masker saat malam operasi yustisi, dengan pedenya mengacungkan jari tengah.

Gestur tersebut tertangkap kamera Tim Satgas yang melakukan sidak.

Baca juga: Buntut Anak Anggota DPRD Samarinda Acungkan Jari Tengah saat Razia PPKM, Polisi akan Dalami Motifnya

Kedua pemuda anak anggota DPRD Samarinda ini menyampaikan permohonan maaf setelah memberikan keterangan kepada polisi.

Muhammad Daffa, pemuda kelahiran Samarinda, 20 September 1997 mengaku ketika Tim Satgas datang dan salah satu dari anggota Satpol PP memberitahukan adanya aturan PPKM Level IV, dia hanya bersikap biasa saja.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved