Virus Corona di Berau
Nakes Terpapar, Puskesmas Maratua Kabupaten Berau Belum Beroperasi
Puskesmas Maratua, hingga kini masih belum beroprasi, setelah sembilan petugas kesehatan mereka terkonfirmasi Covid-19, sejak 21 Juli 2021 lalu
Penulis: Renata Andini Pengesti | Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Puskesmas Maratua, hingga kini masih belum beroprasi, setelah sembilan petugas kesehatan mereka terkonfirmasi Covid-19, sejak 21 Juli 2021 lalu.
Camat Maratua, Marsudi menuturkan, rata-rata kondisi perawat yang sebelumnya terkonfirmasi Covid-19, sudah membaik, dan jika tidak ada halangan maka besok kemungkinan besar akan dibuka kembali.
“Hingga saat ini belum beroperasi normal,” jelasnya kepada Tribunkaltim.co, Minggu (1/8/2021).
Para perawat tersebut hanya mengalami gejala ringan dan telah melakukan isolasi mandiri (Isoman).
Marsudi menambahkan, para perawat yang terpapar kemarin, kondisinya sudah lumayan membaik.
Baca juga: Jalani PPKM Level 4, Wisata Unggulan di Berau Tutup Sementara, Satgas Perketat Penjagaan Wilayah
Penutupan pelayanan lainnya karena, khawatir akan menjangkiti masyarakat lainnya.
“Untuk saat ini hanya IGD (Instalasi Gawat Darurat) yang beroprasi,” jelasnya.
Sementara itu, pelayanan lainnya juga sudah disampaikan kepada masyarakat Maratua.
Respon masyarakat cukup memahaminya.
Masyarakat juga diminta oleh Marsudi untuk melakukan Isoman apabila mengalami gejala yang mengarah ke Covid-19.
Baca juga: TNI-Polri Turun Tangan Bantu Pemakaman Pasien Positif Covid-19 di Berau
“Saat ini kita juga belum berani menerima wisatawan dari luar,” paparnya.
Lebih lanjut, Marsudi menuturkan, untuk kasus terkonfirmasi di Maratua sebanyak 11 orang pertanggal 31 Juli 2021.
Kasus terbanyak berada di Kampung Teluk Harapan dan Payung-Payung, dengan jumlah pasien mencapai 10 orang.
Dengan itu, Saat ini Maratua masuk dalam zona kuning.
“Kita tidak tahu awal penyebarannya seperti apa. Yang jelas kita fokus kembalikan Maratua ke zona hijau,” tegasnya.
Baca juga: Pembangunan Stadion Mini Dikebut, Peningkatan Kasus Covid di Berau Tak Ganggu Persiapan Porprov 2022
Marsudi menambahkan, untuk Kampung Teluk Alulu hingga kini belum ada pasien terkonfirmasi Covid-19, sedangkan di Kampung Bohe Silian, terdapat satu pasien, Payung-Payung ada lima pasien. Dan Teluk Harapan ada 5 pasien.
“Harapan kita tentu, zona hijau kembali, agar pariwisata kembali bisa dibuka, masyarakat perekonomiannya tidak terganggu,” pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/kondisi-nakes-membaik.jpg)